Find Us On Social Media :

Kepahlawanan Kakek Daoud Nabi dalam Tragedi Masjid Al Noor, Rela Tubuhnya Diterjang Peluru Demi Selamatnya Jamaah Lain

By Seto Ajinugroho, Sabtu, 16 Maret 2019 | 12:04 WIB

Daoud Nabi, rela menjadi tameng hidup ketika teroris menembaki jamaah masjid Al Noor

Gridhot.ID - Penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, oleh Teroris bernama Brenton Tarrant pada Jumat (15/3) siang mengakibatkan 49 orang tewas.

Tarrant membabi buta menembaki jamaah yang berada di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood saat salat Jumat berlangsung.

Korban penembakan Brenton berasal dari berbagai negara yakni Arab Saudi, Turki, Bangladesh, Malaysia, Pakistan termasuk pula Indonesia.

Mengutip AFP via Kompas.com, Sabtu (16/3) dibalik pembantaian teroris Brenton ada seculi kisah kepahlawanan yang dilakukan seorang kakek jamaah Masjid Al Noor, Daoud Nabi.

Baca Juga : Jadi Korban Pembantaian di Masjid Christchurch Bersama Putranya yang Masih Balita, Zulfirmansyah dalam Kondisi Koma

Nabi (71) kakek sembilan cucu itu rela tubuhnya diterjang peluru demi melindungi jamaah lainnya agar selamat.

Keberanian Nabi ini diceritakan oleh anaknya, Omar saat diwawancarai oleh NBC News.

Saat penembakan terjadi Nabi secara refleks langsung melemparkan tubuhnya ke arah Brenton.

Nabi menjadikan tubuhnya tameng hidup agar selamatnya jamaah lain Masjid Al Noor.

Baca Juga : Kengerian di Sekitar Masjid Al Noor Selandia Baru Saat Tragedi Penembakan Terjadi: Suasana Mencekam, Helicopter Berseliweran di Atas Rumah