Laporan reporter Gridhot.ID, Nicolaus Ade
Gridhot.ID - Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah ressmi membuka akses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Senin 11 November 2019.
Pendaftaran CPNS dibuka BKN dengan sistem online melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN), sscasn.bkn.go.id.
Persyaratan dasar yang perlu disiapkan calon pendaftar adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga.
Setelah itu pendaftar harus mengunggah syarat-syarat dokumen yang diperlukan.
Tahap pertama seleksi adalah tahap administrasi.
Rencananya BKN akan mengumumkan peserta yang lolos tes administrasi pada bulan Desember 2019.
Seperti pada tes CPNS sebelumnya, bagi peserta yang sudah dinyatakan lolos pada seleksi administrasi, maka akan mengikuti Seleksi Kompetisi Dasar (SKD).
Tes SKD rencananya akan diselenggarakan BKN pada bulan Februari.
Untuk mengikuti SKD, peserta harus siap mempelajari sejumlah pengetahuan umum dan pengetahuan soal kepegawaian negara.
Seperti pada tes CPNS di tahun 2018, banyak peserta yang berbondong-bondong membeli buku panduan untuk mempersiapkan SKD.

:quality(100)/photo/2019/11/11/3862085204.jpg)
CPNS 2019
Namun ada juga sebuah fenomena unik yang terjadi pada sejumlah peserta tes.
Bukannya belajar, beberapa peserta didapati justru mempersiapkan jimat agar lolos tes.
Padahal Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah mengingatkan, peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilarang membawa jimat saat mengikuti ujian.
Namun, pada saat pelaksanaan ujian, masih saja ada peserta yang nekat membawanya.
Kejadian ini pun pernah berlangsung pada saat tes CPNS pada tahun 2018.
Seperti yang dikabarkan Kompas.com, pada tes CPNS 2018 lalu, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto banyak peserta yang mebawa jimat di dalam celana dalamnya hingga bra saat tes.
"Ada yang ditemukan di tali BH (bra), dibelakang kerah baju, saku, hingga celana dalam," kata Sigit.
CPNS 2019
Menurut Sigit, peserta CPNSD percaya jimat yang mereka bawa bisa membantu mereka lulus tes.
Jimat tersebut ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan di ruang ujian tes CAT CPNS Kabupaten Madiun di Asrama Haji, Kota Madiun.
Benda -benda aneh tersebut pun disita anggota Satpol PP yang turut menggeledah peserta.
Bentuk jimatnya pun bermacam-macam.
Ada yang berupa rambut yang dibungkus dalam kertas, besi tua, rajah, bawang, irisan kunir, kacang hijau, hingga garam.
"Jumlahnya mencapai belasan hingga puluhan jimat," ujar Sigit.
"Sebelum menggeledah badan, kami melakukan scanning dengan metal detector. Namun, bila benda selain besi tidak bisa dideteksi, maka langkah selanjutnya dilakukan penggeledahan badan," papar Sigit.
Anggota Satpol PP menemukan jimat milik peserta tes cpns Kabupaten Madiun berupa rambut yang dibungkus dalam kertas.
Peserta CPNS tersebut diperbolehkan mengambil kembali jimat mereka di panitia usai mengikuti tes.
Rata-rata peserta tes mendapatkan jimat itu dari orangtua, tokoh agama, hingga orang pintar.
Sigit mengatakan temuan jimat itu tak menggugurkan peserta tes.
Tim panitia hanya mengamankan barang bawaan yang dilarang dibawa masuk ke ruang ujian.
"Barang bawaan berupa jimat itu kami amankan sementara saja. Tetapi, tidak menggugurkan secara administrasi karena mereka sudah memenuhi syarat mengikuti tes," ujar Sigit.(*)