Bakal Buat Seoul Menderita, Kim Jong Un Putuskan Sambungan Komunikasi dengan Korea Selatan,Perilaku Licik dan Pembelot Jadi Alasannya

Rabu, 10 Juni 2020 | 19:42
Kolase/KCNA, Koreaboo

Presiden Korea Utara, Kim Jong-un - Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in

Gridhot.ID- Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan yang sebelumnya sempat membaik kini kembali memanas.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menggemparkan dunia.

Melansir The Sun (9/6/2020), Korea Utara menghentikan semua kontak dengan Korea Selatan dan memutuskan hotline antara para pemimpin politik dan militer negara-negara itu.

Baca Juga: Orang Tuanya Gugur dalam Bertugas, Anak Pilot Helikopter yang Jatuh di Kendal Langsung Menangis Pilu di Atas Peti Jenazah Ayahnya, Videonya Buat Netizen Tak Kuasa Teteskan Air Mata

Sebuah laporan di Kantor Berita Pusat Korea (KNCA) yang dikelola pemerintah mengatakan bahwa Korea Utara akan mematikan semua komunikasi mulai Selasa kemarin.

Dengan tidak adanya hubungan diplomatik atau kedutaan resmi, kedua negara biasanya berkomunikasi melalui badan yang dikelola bersama yang disebut Kantor Penghubung Antar-Korea.

Kantor tersebut memelihara sejumlah jalur komunikasi, termasuk hotline antara tokoh senior dalam militer negara serta kantor presiden mereka.

Baca Juga: Sekarang Dikenal Punya Banyak Pabrik Uang, Mantan Pedagang Kemiri Ini Rela Bayar 100 Ribu Dollar demi Datangkan Krisdayanti

Namun, kini Korea Utara pun menutup jalur komunikasi tersebut.

Peringatan akan tindakan penutupan tersebut sebenarnya telah muncul beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Korea Utara merilis serangkaian pernyataan yang mengancam akan menutup kantor tersebut jika Korea Selatan tidak menghentikan para pembelot mengirim materi anti-rezim kembali ke perbatasan.

Cacat dari Korea Utara diketahui menggunakan sejumlah metode, termasuk pamflet yang dijatuhkan dari balon udara kecil, untuk mendapatkan informasi kembali ke negara itu.

Langkah itu kemungkinan juga merupakan bagian dari manuver diplomatik terkait dengan sanksi internasional yang parah yang saat ini diberlakukan di Korea Utara, lapor Times.

Baca Juga: Sudah Bahagia Nikah 14 Tahun Tanpa Cekcok, Pria Ini Hanya Bisa Pasrah dan Menangis Saat Dipaksa Kawin dengan Wanita Lain Oleh Orang Tuanya, Disuruh Mengaku Lajang Demi Lancarkan Segala Rencana, Putrinya Peluk Erat Sang Ayah Saat Acara

Sanksi tersebut dianggap memiliki dampak buruk pada ekonomi dan populasi Korea Utara.

Mengutip The Guardian, Korea Utara mengatakan akan membuat Seoul 'menderita'.

Pejabat tinggi pemerintah di Korea Utara, termasuk saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, dan wakil ketua Komite Sentral dari Parta Buruh Korea yang berkuasa menetapkan bahwa pekerjaan ke arah Selatan harus benar-benar berubah menjadi melawan musuh, kata KCNA.

Baca Juga: Langsung SMS Minta Kerjaan ke Raffi, Tukang Jualan Kembang Ini Dulunya Sering Wira-wiri di TV, Ngaku Bangkrut Bantah Masih Punya Simpanan Rp 3 Miliar

Memutuskan dan menutup jalur penghubung antara pihak berwenang Korea Utara dan Selatan, dilakukan pada hari Selasa, sebagai langkah pertama.

Sementara itu mereka juga mengecam Korea Selatan dengan perilaku liciknya.

"[Rakyat Korea Utara] marah dengan perilaku licik dan licik dari otoritas Korea Selatan, dengan siapa kita akan memiliki banyak akun untuk diselesaikan," katanya.

"Kami telah mencapai kesimpulan bahwa tidak perlu duduk berhadapan dengan pihak berwenang Korea Selatan dan tidak ada masalah untuk berdiskusi dengan mereka, karena mereka hanya membangkitkan kekecewaan kami."

Sementara itu, seorang juru bicara kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan panggilan rutin setiap hari yang dilakukan melalui kantor penghubung tidak dijawab.

Baca Juga: Bukan Sulap Bukan Sihir, Wilayah Kekuasaan Anies Baswedan Ini Jadi Satu-satunya Zona Hijau Virus Corona, Mampu Capai 0 Kasus Padahal Terletak di Jakarta, Ini Rahasianya

Daniel Wertz, Manajer Program di Komite Nasional Korea Utara, membuat cuitan bahwa memutuskan komunikasi adalah 'permainan usang' untuk Korea Utara, tetapi 'berbahaya' di tengah krisis virus corona.

Korea Utara dan Selatan sebenarnya masih dalam kondisi 'perang' karena akhir dari perang 1950-1953 tidak ditutup dengan perdamaian melainkan dengan gencatan senjata.(*)

Artikel ini telah tayang di Intisari-Online.com dengan judul "Bukan Sekedar Ancaman, Korea Utara Putuskan Sambungan Komunikasi dengan Korea Selatan, Pembelot Jadi Alasannya"

Tag

Editor : Nicolaus

Sumber intisari-online.com