Find Us On Social Media :

Laut Mediterania Tiba-tiba Hening, Erdogan Melempem Sampai Diprotes Para Pasukannya Sendiri, Sang Pemimpin Seakan Sadar Turki Tak Bakal Bisa Menangkan Perebutan Ladang Minyak dengan Yunani

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membacakan Alquran di dalam Hagia Sophia pada pelaksanaan salat Jumat perdana Jumat (24/7/2020)

Gridhot.ID - Turki kini sedang jadi sorotan.

Pasalnya manuver Turki untuk memicu konflik perebutan sumber daya alam menyita perhatian banyak negara tetangga.

Namun tiba-tiba ketegangan tersebut hilang seketika.

Ketegangan Laut Mediterania antara Turki dan Yunani tiba-tiba dilaporkan surut dan perairan itu tenang kembali.

Konflik yang awalnya dimulai dari eksplorasi minyak dan gas (migas) oleh Turki di perairan yang berdekatan dengan Siprus dan Yunani itu dikabarkan sudah reda, tiba-tiba saja.

Padahal Uni Eropa sudah geger dengan sikap agresif militer Turki yang tidak kenal mundur, khususnya Perancis.

Peningkatan perlawanan Turki terhadap negara-negara Eropa tercermin dari konfrontasi tentaranya.

Baca Juga: 16 Tahun Mengabdi Sebagai Anggota TNI AU, Wawan Heri Akhirnya Malah Pilih Resign dan Jadi Satpam di Solo, Karirnya Makin Melesat Tajam Hingga Jadi Manajer, Ternyata Ini Alasannya Keluar dari Pasukan

Konfrontasi itulah yang dapat segera mengakibatkan bentrokan militer di wilayah Mediterania Timur.

Bentrokan berpotensi terjadi karena Yunani, dibantu Perancis, bersikeras menolak tindakan ilegal Turki.

Yunani merasa mereka dikorbankan dengan eksploitasi kekayaan migas di Mediterania Timur oleh Turki.

Melansir The Arab Weekly pada Sabtu (12/9/2020), latihan udara militer Turki di atas pulau Gallipoli membawa pesan yang mengancam kepada orang Eropa, dan pengingat akan Pertempuran Gallipoli yang terkenal selama Perang Dunia I, di mana pasukan koalisi Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Perancis, mengalami kekalahan telak.