PMI Butuh Bantuan, Siapkan Program Penyemprotan Disinfektan Masif, Jusuf Kalla Minta Pengusaha Donasi Rp 200 Miliar

Jumat, 18 September 2020 | 05:13
Hana Futari/Grid.ID

Jusuf Kalla ditemui di Taman Makam Pahlawan, Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).

Gridhot.ID - PMI jadi salah satu faktor yang ikut membantu Indonesia untuk menangani wabah corona.

Namun nyatanya, PMI juga sedang kewalahan di tengah wabah yang terjadi.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia ( PMI) Jusuf Kalla meminta partisipasi masyarakat dan pengusaha untuk memerangi Covid-19 yang makin meningkat di Indonesia, terutama di wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria Termutilasi di Apartemen Kalibata City, Begini Kronologi Penemuan Korban, Manajer HRD Perusahaan Kontraktor yang Dicari-cari Keluarga

Menurut dia partisipasi masyarakat dapat diwujudkan melalui kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19.

Sementara para pengusaha diharapkan memberikan donasi untuk kegiatan PMI dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan cara penyemprotan disinfektan secara massif.

Hal tersebut disampaikan Kalla di sela sela perayaan hari ulang tahun PMI yang ke 75 di Markas Pusat PMI JL. Gatot Subroto Kav 96 Jakarta selatan. Kamis (17/9/2020).

Baca Juga: Tergiur dengan Harganya yang Murah, Pria Ini Tertipu Jasa Online Shop Saat Beli Modem untuk Kembangkan Jaringan Internet di Kampungnya: Ketika Saya Buka, Saya Kaget Isinya...

“Hanya ada dua cara untuk mengatasi Covid-19 ini yaitu hindari dan matikan," kata Kalla dalam keterangan tertulis, Kamis.

Kalla mengatakan, virus corona dapat dihindari dengan melakukan protokol 3M, yakni menjaga jarak, memakai Masker, serta mencuci tangan. Dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk disiplin menjalankannya.

Sementara mematikan virus adalah upaya yang dilakukan PMI selama ini yaitu sterilasi pada sarana umum dan ibadah serta rumah-rumah dan perkantoran dengan cara penyemprotan disinfektan. Hampir enam bulan relawan PMI bekerja untuk itu.

Baca Juga: Bak Playboy Cap Jempol, Pria Bertampang Pas-pasan dan Berdompet Tipis Ini Sukses Buat 300 Wanita Klepek-klepek Kencan Dengannya, Ternyata Trik Ini yang Digunakannya

"Karena itu kita mengharapkan partisipasi masyarakat dan pengusaha untuk membantu mensponsori itu, karena hanya itu cara untuk mengatasi dan mengurangi penularan Covid ini," ujar Kalla.

Kalla menjelaskan setidaknya sampai akhir tahun 2020, PMI membutuhkan biaya sekitar 200 miliar untuk operasi penanganan Covid-19. Sementara itu dana yang terkumpul di PMI baru mencapai 50 persen dari total kebutuhan.

Terkait pelaksanaan PSBB di Jakarta, Kalla menekankan perlu ada ketegasan dan sanksi dari pemerintah untuk mendisiplinkan masyarakat.

Baca Juga: Bolak-balik Kunjungan 3 Pulau yang Berbeda, Edhy Prabowo Jatuh Sakit Terinfeksi Corona Hingga Masuk RSPAD, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Langsung Beri Penjelasan

Menurut dia, hanya sanksi dan ketegasan yang dapat mendisiplinkan masyarakat. Hal itu sudah dilakukan oleh negara-negara yang berhasil menurunkan jumlah penularan Covid-19.

"PSBB itu sangat tergantung pada disiplin masyarakat dan kedisiplinan itu tergantung pada ketegasan dan sanksi dari pemerintah. Karena itu pemerintah harus tegas dan menjatuhkan sanksi kepada siapa pun yang melanggar disipilin," katanya.

Pada momen perayaan HUT-75 PMI yang dilaksanakan secara sederhana dan virtual tersebut, Kalla juga meresmikan pendirian politeknik AKBARA Surakarta yang merupakan politeknik yang dikelola oleh PMI.

Baca Juga: Diharapkan Banyak Negara Jadi 'Superhero' untuk Selesaikan Pandemi, WHO Justru Balak-blakan Ungkapkan Keraguannya Tangani Corona: Kami Benar-benar Belum Memahami Dampaknya

Politeknik dengan program D3 dan D4 membuka berbagai jurusan terkait manajemen penanggulangan bencana, dan pengelolaan darah.

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Jusuf Kalla minta pengusaha donasi, PMI butuh dana Rp 200 miliar perangi Covid-19.

(*)

Tag

Editor : Angriawan Cahyo Pawenang

Sumber kontan