Grid Hot - Seputar peristiwa terkini

Dituding Jadi Dalang Demo Penolakan UU Cipta Kerja, SBY Singgung Hubungannya dengan Luhut Binsar dan BIN: Yang Bisa Mengklarifikasi Semua Ini Ya Beliau

Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:25
Grid Networks Pada HUT ke-75 RI, SBY meminta rakyat untuk bangga karena jadi negara terbesar di Asia Tenggara.
Dok. Tribunnews

Pada HUT ke-75 RI, SBY meminta rakyat untuk bangga karena jadi negara terbesar di Asia Tenggara.

GridHot.ID - Aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja terjadi di sejumlah daerah.

Aksi tersebut disebut-sebut didalangi oleh sejumlah pihak.

Sosok Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak luput dari tudingan tersebut.

Baca Juga: Kecipratan 'Getah' Pengesahan UU Cipta Kerja, Annisa Pohan dan Aliya Banjir Ratusan DM untuk SBY: Kami Sudah Sampaikan ke Pepo

Ia pun meminta pejabat negara yang menyebut ada dalang dalam aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja untuk mengungkapnya secara jelas kepada masyarakat.

"Lebih bagus, kalau memang menggerakan, menunggangi, membiayai itu oleh negara dianggap kejahatan melanggar hukum dan hukum harus ditegakkan. Lebih baik disebutkan," ujar SBY dalam akun Youtube resminya, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Menurut SBY, jika tidak ada kejelasan pihak yang dituduh sebagai dalang, maka akan menciptakan suasana tidak baik di masyarakat dan akan menimbulkan saling curiga, hingga akhirnya memunculkan kabar bohong.

Baca Juga: Duduki Kursi Wapres 2 Kali, Jusuf Kalla Beberkan Beda Gaya Dipimpin SBY dan Jokowi, JK Sebut yang Satu Senang Rapat dan Lainnya Lebih Ringkas: Kalau Zaman Jokowi...

"Kalau tidak (disebut), nanti dikira negaranya melakukan hoaks, tidak bagus karena kita harus percaya pada pemerintah kita," ucap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

SBY pun menyakini, penyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemarimanan dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Badan Intelijen Negara (BIN), terkait aktor atau dalang unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja bukan ditujukan untuknya.

"Hubungan saya dengan Pak Airlangga selama ini baik, dengan Pak Luhut juga baik, dengan BIN juga tidak ada masalah. Saya tidak yakin kalau BIN menganggap saya ini sebagai musuh negara, saya kira tidak," ucap SBY.

"Tapi yang paling bisa menjawab (siapa aktornya), yang paling bisa mengklarifikasi semuanya ini ya beliau-beliau dan saya yakin kalau beliau ditanya oleh pers, oleh rakyat mesti mau menjelaskan itu. Begitulah etika yang harus dimiliki oleh siapapun yang mengemban amanah memimpin negeri ini," sambung SBY.

Baca Juga: Dua Kali Jadi Dampingi Orang Nomor Satu di Indonesia Pimpin Negara, Jusuf Kalla Bongkar Habis Sosok SBY dan Jokowi di Balik Layar: Rapatnya Satu Minggu Bisa 5 Kali

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuding adanya sosok aktor intelektual yang memobilisasi unjuk rasa penolakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Perencanaan aksi unjuk rasa konon sudah disusun sebelum RUU disahkan.

”Sebenarnya pemerintah sudah tahu siapa aktor di balik demo itu. Jadi, kami tahu siapa yang menggerakkan, kami tahu siapa sponsornya, kami tahu siapa yang membiayainya,” ujar Airlangga dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (8/10/2020) .

Baca Juga: Mantu SBY Unggah Foto Kenakan Hijab, Artis Ini Sebut Annisa Pohan Sangat Cocok Tampil Muslimah, Begini Jawaban Istri AHY

Namun, Airlangga tidak menjelaskan secara spesifik aktor intelektual penggerak unjuk rasa penolakan RUU Cipta Kerja yang dimaksud.

Usut dalang kericuhan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pihak kepolisian akan mengusut dugaan adanya aktor utama di balik aksi kerusuhan saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

"Terkait masalah 8 Oktober kemarin, anarkisme pedemo tentunya kami aparat keamanan tidak tinggal diam. Bahwa kasus ini akan kita lakukan penyelidikan, dan terus kita usut terhadap para pelaku-pelaku anarkis tersebut," kata Nana di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Menurut Nana, pihak kepolisian sempat menangkap 1.192 peserta unjuk rasa yang diduga bertindak anarkis.

Baca Juga: 24 Jam Siaga Layani Orang Nomor Satu Seantero Indonesia, Ternyata Ajudan Presiden dari Zaman Soeharto Pernah Jadi 'Meja Tulis', Berikut Potretnya

Dari jumlah itu, hanya 43 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Ada 1.192 orang dan dari hasil pemeriksaan kemudian sebagian kita bebaskan khususnya pelajar itu dengan syarat mereka dijemput orangtua. Terhadap pelaku yang ada barang buktinya hasil pendalaman, mengerucut 43 orang dijadikan tersangka," jelasnya.

Lebih lanjut, Nana menambahkan pihaknya juga membuka kemungkinan akan adanya sejumlah orang lagi yang ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Hampir Luput dari Sorotan, Kelakuan Cucu Jusuf Kalla Saat Kakeknya Ikut Upacara HUT RI Virtual Bikin Geleng-geleng Kepala, Sang Mantan Wapres Sigap Beri Pertolongan

"Terhadap para pelaku perusakan, pembakaran apakah halte TransJakarta atau lokasi lain akan terus kami kejar. Kami usut kemudian kita lakukan penyelidikan. Kami akan proses terhadap para pelaku yang bertindak anarkis," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judulSBY Tidak Yakin Dirinya yang Dituduh Aktor di Balik Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja(*)

Tag

Editor : Dewi Lusmawati

Sumber Tribunnews.com