Gridhot.ID -Di zaman modern ini, sudah mulai banyak orang yang menghiraukan tentang weton.
Namun, bagi sebagian orang Jawa, weton masih dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari.
Weton sendiri merupakan hari kelahiran seseorang menurut penanggalan Jawa.
Dari perhitungan weton dapat diketahui watak seseorang, kesuksesan hingga kecocokan jodoh.
Menurut primbon Jawa, orang yang lahir pada weton-weton ini dianggap memiliki kekuatan cakra.
Bahkan mereka dianggap paling sakral dan kuat diantara pemilik weton-weton lainnya.
Terdapat lima aspek dalam kehidupan manusia, yaitu kebahagiaan, spiritualitas, kemakmuran, kesehatan dan pertumbuhan kualitas diri.
Mengutip Intisari Online, berikut ulasan lima weton paling sakral dibandingkan weton yang lain.
1. Rabu Pahing
Weton Rabu Pahing merupakan pertemuan antara power cakra dan jantung.
Sehingga menjadikan Rabu Pahing sebagai waktu yang sakral untuk memiliki potensi yang kuat dari turunnya wahyu kebahagiaan.
Salah satu peran dari pemilik weton Rabu Pahing adalah memberi kebahagiaan dimanapun mereka berada.
Sebab mereka sejatinya adalah cakra jantung dalam wujud manusia.
Orang yg lahir Rabu Pahing bukan orang yang sembarangan.
Hal itu dapat dirasakan atau ditandai dengan kebaikan hati dan gairah yang sangat kuat yang pada diri mereka.
Mereka merupakan orang-orang yang benar-benar baik hati dari satu sisi.
Rabu Pahing digambarkan dengan malaikat mikail sebagai perantara memberikan kebahagiaan dan memberikan rejeki.
Sisi positif dari hari Rabu Pahing adalah menebarkan kebaikan dan kasih sayang.
Sedangkan sisi negatif digambarkan dengan karakter iblis.
Akan tetapi, terdapat hari sarik agung atau hari yang harus dihindari ketika memiliki hajat penting yang ingin dilakukan.
2. Sabtu Kliwon
Sabtu adalah pemegang segel dari cakra bumi sedangkan pasaran Kliwon merupakan pemegang segel dari cakra mahkota langit.
Pertemuan Sabtu Kliwon menjadikan potensi besar untuk turunnya wahyu spiritual. Sabtu Kliwon disebut juga dengan pakubumi.
Meski keras kepala, di sisi lain weton ini dikenal spiritualis dengan power yang sangat kuat.
Sabtu Kliwon menempati kasta tertinggi yaitu brahmana. Sehingga disebut sebagai brahmananya weton.
Mereka bukan orang yang sembarangan karena sebagai pakubumi yang berfungsi untuk menyeimbangkan bumi dari hal keburukan dan kebaikan.
3. Minggu Pon
Pasaran Pon disimbolkan dengan senjata/kapak.
Pertemuan Minggu Pon ini menjadikan garis sejajar yang berpotensi menjadi turunnya wahyu kejayaan.
Segala yang dikerjakan oleh orang-orang yang lahir pada Minggu Pon lebih mudah terwujud daripada weton-weton lainnya.
Mereka harus terlebih dahulu menyadari rahasia dirinya. Agar tujuannya lebih mudah tercapai.
Wahyu kejayaan yang mereka miliki harus dikendalikan dengan cinta kasih.
Tanpanya power yang dimiliki malah akan menghancurkan banyak orang.
Hanya orang-orang yang memiliki cinta besar dan kerendahan hati yang mampu menerima wahyu ini.
4. Jumat Wage
Wage disimbolkan dengan air. Pertemuan Jumat Wage menjadikan potensi besar untuk turunnya wahyu pengetahuan.
Pasaran wage menjadikan psikologis seseorang menjadi pemikir yang handal.
Karena itulah sesorang dengan weton Jumat Wage memiliki wadah ilmu yang sangat kuat dan sangat besar.
Jumat Wage membutuh dua hal agar hidupnya seimbang dan sukses.
Yang pertama mereka harus belajar rendah hati serta welas asih sebagai penyeimbang wadah ilmu yang dimiliki.
Yang kedua mereka harus belajar spiitual. Karena tanpa spiritual mereka akan bersikap negatif.
5. Senin Legi
Senin Legi merupakan pertemuan antara cakra seks bumi dengan cakra seks langit.
Kedua cakra ini berelemen kayu dan disimbolkan dengan hewan macan.
Cakra seks bumi berkarakter berani, optimis dan banyak keinginan. Sedangkan pasaran Legi memiliki karakter ingin berkuasa.
Pertemuan Senin Legi menjadikan potensi besar untuk turunnya wahtu pertumbuhan.
Senin Legi diyakini menjadi penyembuh alami sebab dalam dirinya melahirkan potensi yang besar untuk penyembuh.
Sebuah kejayaan dimulai dari petumbuhan. Yang menjadi kunci kesuksesan weton ini yaitu cinta kasih, kerendahan hati dan pngendalian diri dengan ilmu.
Untuk penjelasan di atas, Anda boleh percaya, boleh juga tidak, karena semua kembali kepada pribadi masing-masing.
(*)