Grid Hot - Seputar peristiwa terkini

KSAD Kirim Pasukan 'Rahasia' untuk Operasi Pencarian Pilot Susi Air, Posisi Kapten Philips Sudah Terdeteksi, Begini Kata Panglima TNI

Minggu, 12 Februari 2023 | 17:42
Grid Networks KSAD Jenderal Dudung Abdurachman saat memimpin apel gelar pasukan jajaran TNI AD wilayah Jabodetabek di Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022)
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman saat memimpin apel gelar pasukan jajaran TNI AD wilayah Jabodetabek di Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022)

GridHot.ID - KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan bahwa pihaknya telah menambah pasukan untuk operasi pencarian pilot pesawat Susi Air, Philips Mark Methrtens (37).

Selain itu, Dunung mengatakan penambahan pasukan juga untuk menebalkan pengamanan di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, dari KKB Papua.

"Pada hari ini saya akan ke Halim, saya akan melihat pasukan yang akan diberangkatkan ke Papua, saya akan memberikan moril kepada mereka," kata Dudung kepada awak media di Markas Besar AD, Jakarta, Jumat (10/3/2023), dilansir dari Kompas.com.

"Kira-kira begitulah. Dua-duanya, target itu harus tercapai," ujar Dudung lagi.

Menurut Dudung, sejumlah masyarakat di sana masih terintimidasi dengan keberadaan KKB.

Namun demikian, Dudung merahasiakan satuan mana yang diberangkatkan, termasuk jumlah personel.

"Wah, itu rahasia. Tidak boleh," kata Dudung.

Sementara itu, dilansir dari Kompas TV, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Saleh Mustafa mengatakan sejumlahsejumlah persiapan telah dilakukan dengan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melacak pergerakan melalui satelit.

"Untuk pengawasan daerah kan kita punya teknologi dari tim IT-nya Mabes Polri, tim IT-nya Polda juga ada. Kita bisa melakukan namanya tindakan surveyler menggunakan satelit. Itu kan teknologi tetap dalam pengawasan," ujarnya.

Aparat keamanan, kata Pangdam, telah berkoordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk berdialog denganKKB Papua.

Apabila pola pendekatan tersebut tidak berhasil, maka TNI Polri akan mengambil langkah penindakan hukum.

Baca Juga: Nasib Pilot Susi Air Masih Misteri, Menhan Prabowo Ungkap Hal Ini Soal Keberadaan Kapten Philips: Kita Ikuti

Diberitakan sebelumnya oleh Kompas.com, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyebutkan bahwa pilot Susi Air Kapten Philips yang hilang kontak sesaat usai mendarat di Bandara Paro, telah terdeteksi.

"Belum (ditemukan), tapi sudah terdeteksi. Makanya tadi sudah kami evakuasi 15 (pekerja bangunan puskemas), prioritasnya sekarang ini untuk mencari pilotnya," ujar Yudo Margono usai Rapim TNI-Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Adapun 15 pekerja yang dimaksud Yudo itu awalnya membangun puskesmas di Paro. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mencurigai mereka sebagai anggota TNI dan BIN, pada Sabtu (4/2/2023). Para pekerja lalu kabur.

Kemudian, pada Selasa (7/2/2023), datang pesawat Susi Air dengan nomor registrasi PK-BVY yang dipiloti Philips dan ditumpangi lima orang, tiba di Bandara Paro.

KKB kemudian membakar pesawat itu.

Kata Yudo, pilot dan lima penumpang kabur menyelamatkan diri ke arah yang berbeda.

"Iya, lain (pilot dan penumpang terpisah)," kata Yudo.

Yudo mengatakan, lima penumpang pesawat itu telah kembali ke rumah masing-masing karena warga setempat atau orang asli Papua (OAP). Sementara 15 pekerja dievakuasi ke Timika.

"Untuk penumpang saat ini semuanya sudah bisa diamankan, sudah dievakuasi. Enggak ada (penyanderaan)," ujar Yudo.

Pesawat Susi Air itu hilang kontak sesaat usai mendarat di Bandara Paro, Selasa (7/2/2023).

Representative Susi Air Donal Fariz menjelaskan, awalnya pesawat itu hilang kontak pada pukul 06.17 WIT. Lalu, pesawat itu dilaporkan terbakar.

Baca Juga: Hoaks Foto Bule Pegang Bendera Bintang Kejora Dinarasikan KKB Papua Pilot Susi Air yang Hilang, TNI: Itu Provokasi!

(*)

Tag

Editor : Siti Nur Qasanah

Sumber Kompas.com, Kompas TV