Grid Hot - Seputar peristiwa terkini

Aiptu FN Oknum Polisi yang Tembak dan Tusuk Debt Collector di Palembang, Diduga Nunggak Cicilan Mobil 2 Bulan, Kini Melarikan Diri

Minggu, 24 Maret 2024 | 17:42
Grid Networks Aiptu FN melakukan penembakan dan penusukan terhadap dua debt collector di Palembang
Istimewa/TribunJakarta.com

Aiptu FN melakukan penembakan dan penusukan terhadap dua debt collector di Palembang

GridHot.ID - Seorang polisi anggota Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), berinisial Aiptu FN viral di media sosial.

Video Aiptu FN saat melakukan penembakan dan penusukan terhadap debt collector ramai menjadi sorotan.

Penembakan dan penusukan itu diketahui terjadi pada Sabtu (23/3/2024) pukul 14.00 WIB di halaman Parkir PSX Palembang.

Melansir Sripoku.com, berdasarkan informasi dihimpun dari sumber internal, Aiptu FN saat ini berdinas di Satsabhara Polres Lubuklinggau.

Sebelum pindah ke Satsabhara, Aiptu FN lama berdinas di Polsek, saat itu jabatannya sebagai Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Selatan.

Kronologi Kejadian

Kejadian berawal saat Aiptu FN tidak sengaja bertemu dengan kedua debt collector, Dedi Zuheransyah dan Robert.

Saat itu, mobil Aiptu FN dan kedua debt collector itu sempat bersenggolan.

Karena tak terima, Aiptu FN pun keluar dari dalam mobilnya dan menembakkan senjatadiduga softgun ke korban Robert, tapi meleset.

Aiptu FN kemudian memukul kepala bagian kiri Robert menggunakan senjatanya.

Setelah itu, Aiptu FN kembali ke dalam mobil dan mengambil senjata tajam jenis sangkur lalu mengejar korban Dedi Zuheransyah.

Baca Juga: Terkuak Bos KKB Papua yang Dalangi Serangan di Paniai, 2 Anggota Polisi Gugur Ditembak, Ini Identitas dan Kronologinya

Aiptu FN menembakan softgun yang mengenai tangan kanan Dedi hingga membuatnya terjatuh.

Pada saat Dedi terjatuh, Aiptu FN menusuk korban menggunakan sangkur di beberapa bagian tubuh, meliputi leher sebelah kiri, punggung belakang, bahu kiri, dan lengan kiri.

Atas kejadian tersebut, kedua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam. Sementara pelaku yakni Aiptu FN melarikan diri.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Indra Arya Yudha membenarkan bila anggotanya yakni Aiptu FN terlibat perkelahian dengan dua orang diduga debt collector.

"Betul (ada kejadian penusukan oleh anggota)," ungkap Indra saat memberikan keterangan pada Tribunsumsel.com, Sabtu (23/3/2024) malam.

Hanya saja, Indra belum bisa menjelaskan secara detail kejadian tersebut karena belum mendapatkan laporan secara utuh, mengingat kejadiannya di Palembang.

"Namun jalan ceritanya belum didapatkan secara utuh dan TKP kejadian berada di Palembang," ujarnya.

Indra pun menegaskan semua anggota yang terlibat apa pun mengarah ke pidana pasti akan ada prosesnya.

Namun, karena TKP berada di Palembang, otomatis semua prosedur penanganannya akan dilakukan di Palembang

"TKP kejadian di Palembang sehingga yg akan melakukan prosedur pemeriksaan dll di palembang," ujarnya.

Diduga Menunggak Cicilan Mobil

Salah seorang rekan korban bernama Bandi, mengungkapkan informasi yang diketahuinya.

Baca Juga: Pakai Senjata Api Kaliber 7,65 Mm untuk Tembak Temannya, Gathan Saleh Sempat Buang Barang Bukti ke Lokasi Tak Terduga

Bandi menyebut rekannya dengan oknum polisi Aiptu FN bertemu tidak sengaja di Jalan POM IX Palembang.

Dikatakan Bandi, rekannya itu sudah menemui oknum polisi secara baik-baik, namun pelaku malah marah-marah.

"Sudah ditemui secara baik-baik tapi pelaku malah marah-marah," kata dia.

Sementara itu, korban Robert mengaku mobil Avanza warna putih milik Aiptu FN sudah menunggak pembayaran sejak tahun 2022 hingga sekarang.

"Kami tidak memberikan perlawanan, kami sudah baik-baik," kata Robert.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi belum menerima laporan terkait kejadian tersebut.

"Kami cek dulu," kata dia.

Polisi yang Loyal

AKP Hilal Subhi mantan atasan Aiptu FN di Polsek Lubuklinggau Selatan tempatnya berdinas sebelumnya cukup terkejut ketika mendapat kabar mantan anak buahnya terlibat perkelahian hingga penusukan.

"Kenal sudah lama, semenjak jadipPolisi sudah kenal, apalagi semenjak jadi anak buah di Polsek (jadi kanit)," ungkap Hilal, Minggu (24/3/2024).

Hilal menceritakan ia dan Aiptu FN sama-sama berdinas di Polsek Lubuklinggau Selatan kurang lebih lima tahun.

Baca Juga: Gathan Saleh Gunakan Senpi Berkaliber 7,65 Milimeter saat Aksi Koboi di Jatinegara, Eks Suami Cut Keke Teracam Penjara Selama Ini

"Saya waktu itu masih Kanit, dia kami angkat Katim, kemudian saya Kapolsek dia jadi Kanit Reskrim, jadi tau persis kesehariannya," ceritanya.

Selama sama-sama berdinas, ia mengenal Aiptu FN sebagai sosok polisi yang loyal dengan sesama rekan kerja dan pimpinan.

"Orangnya baik kemudian loyalitas tinggi. Setiap kali berdinas selalu berpegang dengan SOP kepolisian, baik di lapangan maupun saat berada di kantor," ujarnya.

Hilal mengungkapkan, Aiptu FN termasuk anggota yang bisa diandalkan karena berbagai prestasi ungkap kasus pernah dilakukannya mulai ungkap kasus sabu, curanmor, hingga pencurian hewan.

"Jadi orang bukan tempramen tinggi tidak, kalau tempramen pasti sudah kena masalah selama jadi kanit, lama juga, tapi ini kan tidak," ungkapnya.

Hilal menyampaikan, awal penyebab permasalahan itu, ia tidak tahu secara detail, karena ia sudah purna tugas.

"Dia itu tidak mungkin marah kalau orang itu tidak vokal, tidak menyakiti hati dia. Apalagi dalam mobil ada anak dan istrinya," ujarnya.

Untuk itu, ia cukup kaget kalau Aiptu FN sampai marah ditempat umum.

Pasalnya selama jadi Kanit, ia mengenal Aiptu FN sebagai sosok yang penuh tanggung jawab dan mampu membimbing anak buahnya.

"Kalau dia tidak ada (di Polsek) orang merasa kehilangan cari-cari kemana dia," ujarnya.

(*)

Tag

Editor : Siti Nur Qasanah