Laporan Wartawan Gridhot.ID, Candra Mega
Gridhot.ID -Indonesia berduka lantaran kehilangan sosok Presiden ketiga RI, BJ Habibie.
Dikutip dari Kompas, BJ Habibie wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.
Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Kepergian BJ Habibie tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan segenap rakyat Indonesia.
Terlebih, para ajudan BJ Habibie yang selalu setia mendampingi segala aktivitas sang teknokrat.
Melansir dari Warta Kota, salah satunya yaituAiptu Indra (42) yang sudah 19 tahun mendampingi langkah BJ Habibie sejak tahun 1999.
Tak hanya di Indonesia, Aiptu Indra turut mendampingi BJ Habibie saat bertolak ke Munchen, Jerman.
"Kalau ke Jerman bergantian tugasnya. Saya kebetulan driver, ada yang ajudan dari Paspampres 1 orang," ucap Indra saat ditemui di rumah duka BJ Habibie, Jalan Patra Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).
Selain itu, ada satu staf untuk urusan teknologi informasi, dan dua staf untuk keperluan sehari-hari.
Aiptu Indra sendiri mulai dipercaya mendampingi BJ Habibie ke Jerman pada tahun 2010.
Dari delapan kali menemani BJ Habibie di Jerman, perjalanan selama 6 bulan pada Oktober 2018 hingga April 2019 lalu, menjadi kenangan yang tak terlupakan baginya.
Kala itu, BJ Habibie melakukan perjalanan napak tilas ke tempat-tempat favorit yang kerap dikunjunginya bersama sang istri, Ainun.
Deretan restoran dan kafe di Kota Munchen tak pernah luput dikunjungi BJ Habibie saat tinggal di Jerman.
"Kalau beliau ke sana kan rutinitas ya, memang sudah rumah sendiri di Munchen dan Kakerbeck. Kebanyakan sih aktivitasnya jalan saja. Banyak tempat favorit beliau. Apalagi di Munchen, restoran, lalu kafe," katanya.
Sembari menunggu makanan yang dipesan datang, BJ Habibie pun bercerita tentang masa-masa saat bersama Ainun.
"Setiap jalan selalu mengingatkan. 'Ndra, dulu sering Eyang sama Bu Ainun di sini'. Sering napak tilas lah gitu. Iya selalu ingat kegiatan yang dilakukannya dulu sama Ibu," katanya.
Menurut Indra, bisa duduk bersebelahan dengan mantan orang nomor satu di Indonesia membuatnya bangga.
Terlebih lagi, tak ada batasan antara BJ Habibie dan para ajudannya.
"Kalau di Jerman kan kami satu atap, jadi ke mana-mana bareng. Kadang saya berfoto sama Eyang sambil nunggu makanan."
"'Mohon izin Eyang, mau foto untuk lapor ke Istri'. Kata Eyang, 'Iya ayo, sampaikan maaf ya ke istri mu'. Enggak ada batasan kalau ngobrol, dekat sekali dengan beliau."
"Saya bangga dan nyaman bertugas bersama Eyang," tuturnya.
Baca Juga: Prabowo Ungkit Pilihan Politik Ani Yudhoyono, Seketika Gestur dan Tangan SBY Bersedekap
Masih jelas terekam diingatannya, kala harus menyetir mobil di tengah salju tebal kota Munchen.
Aiptu Indra pun harus menahan diri untuk memacu kendaraan Mercedes Benz S400 Hybrid demi menjaga keselamatan BJ Habibie.
"Salju tebal banget mas, padahal di lajur kiri buat nyalip itu kosong. Tapi saya ya enggak berani. Jadi saya ikutin bekas ban mobil orang lain saja, biar aman. Perjalanan 400 km kecepatan mobil hanya 20 km/jam. Biasanya bisa sampai 3-4 jam, ini 6 jam," ucapnya.
Ia pun pernah memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimum saat BJ Habibie hendak pergi ke bank dari Munchen menuju kota lain.
"Bank tutup jam 1 siang, posisi masih di jalan dan 10 menit lagi tutup. Terpaksa saya gas kencang di tol. Alhamdulillah sampai selamat dan tepat waktu.
"Habis itu saya minta maaf sama Eyang, tapi beliau bilang, 'bagus kamu ndra, kalau enggak begitu kita telat', begitu katanya," ungkap Indra.
(*)