Find Us On Social Media :

Grup Whatsapp Jadi Sarana Cuci Otak, Begini Cara Kelompok Teroris Racuni Pikiran Emak-emak, Sampai Nekat Berencana Serang Aparat Pakai Bola Karet Mudah Meledak

Begini Cara Kelompok Teroris Racuni Pikiran Emak-emak, Sampai Nekat Rencanakan Serangan dengan Bola Karet Mudah Meledak

Laporan wartawan GridHot.ID, Dewi Lusmawati

GridHot.ID - Sebanyak 6 orang yang berencana menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2019, berhasil diringkus oleh jajaran Polda Metro Jaya.

Dikutip GridHot.ID dari Tribratanews, 6 tersangka yang berhasil di ringkus oleh Polda Metro jaya berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan bahwa para tersangka tersebut tergabung dalam satu WhatsApp Group (WAG) berinisial F yang isi dalam grup tersebut membahas soal rencana penggagalan pelantikan.

Baca Juga: Semenjak Kasus Penusukan Wiranto, Kota Bekasi Jadi Disebut Sebagai Sarang Teroris, Kapolres Ungkap Alasannya

“Di grup itu membahas kegiatan yang akan dilakukan upaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Dari keterangan, WA grup ini berkembang untuk perencanaan. Makanya kita sudah menangkap enam orang, kita lakukan pemeriksaan,” jelas Kabid Humas Polda Metro jaya.

Kabid Huams menjelaskan bahwa tersangka SH masih mempunyai hubungan dengan dosen nonaktif IPB, Abdul Basith.

Sebab, keduanya berkomunikasi untuk rencana penggagalan pelantikan memakai ketapel dan bola karet.

Baca Juga: Satu Grup dengan Abu Rara, Ayah dan Anak Terduga Teroris Dibekuk di Bali, Tahu Rencana Penusukan Wiranto

Bola karet itu digunakan untuk menyerang aparat keamanan yang berjaga di Gedung DPR RI.