Grid Hot - Seputar peristiwa terkini

Masih Dalam Kondisi Menyala, Drone Mata-mata China Ditemukan di Laut Indonesia oleh Nelayan, Ternyata Ini yang Ketiga Kalinya

Jumat, 01 Januari 2021 | 19:00
Grid Networks Drone mata-mata diduga milik China ditemukan di Laut Indonesia
Twitter @MediaSelayar

Drone mata-mata diduga milik China ditemukan di Laut Indonesia

Gridhot.ID - Sebuah drone kapal selam yang diduga milik Chinaditemukan oleh nelayan Indonesia.

Drone mata-mata diduga milik China tersebut ditemukan di dekat Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Penemuan drone mata-mata China di perairan Indonesia ini ternyata penemuan untuk ketiga kalinya.

Baca Juga: Pamer Pesawat Bomber Baru di Laut China Selatan, Tiongkok Kalim H-6K Punya Kemampuan Tempur Lebih Kuat, Bisa Bawa 8 Rudal

Enam hari kemudian benda yang merupakan Kendaraan Tanpa Awak di Bawah Air (UUV) tersebut diserahkan ke polisi dan kemudian diperiksa oleh militer Indonesia.

Dilansir dari The Guardian, drone mata-mata itu digunakan dalam strategi maritim China dari Laut China Selatan ke Australia.

Peneliti militer mengungkapkan drone mata-mata tersebut sebagai Chinese Sea Wing (Haiyi) UUV.

Benda tersebut adalah pesawat layang bahwa air yang dikembangkan oleh Institut Otomasi Shenyang di Akademi Ilmu Pengetahuan China.

UUV tersebut dideskripsikan secara publik untuk melakukan pengumpulan data termasuk suhu air, salinitas, kekeruhan dan tingkat oksigen.

Selain itu, benda itu juga mengumpulkan informasi mengenai arus dan arah gerakan yang dikirimkan secara real time.

Baca Juga: Pesawat Pembom China dan Rusia Terabas Zona Pertahanan Udaranya, Korea Selatan Langsung Kirim Jet Tempur, Ada Apa?

Seperti dilaporkan Naval News, data darI UUV amatlah penting untuk perencanaan angkatan laut, khususnya operasi kapal selam.

Analis Keamanan Indonesia, Muhammad Fauzan mengungkapkan kepada ABC, drone tersebut tampaknya digunakan untuk memetakan rute kapal selam untuk masa mendatang.

Hal itu mengingat bahwa drone mata-mata ditemukan jauh dari perairan China dan memiliki rute maritim yang signifikan antara China dan Darwin, kota paling utara Australia.

Fauzan pun menegaskan banyak pernyataan muncul terkait keberadaan drone mata-mata tersebut.

Menurutnya, jika benda itu merupakan milik China, apakah mereka menggunakannya untuk pengumpulan intelijen atau survei ilegal.

"Setidaknya ini ketiga kalinya drone semacam itu, yang saya dan banyak orang termasuk ahli meyakini sebagai drone bawah air buatan China, ditemukan di perairan Indonesia," katanya.

Menurutnya, penemuan saat ini menjadi yang paling signifikan, karena saat ditemukan oleh nelayan drone mata-mata itu masih menyala.

Baca Juga: Mudah Rusak dan Berkarat, Senjata Militer China Ini Ternyata Tidak Berkualitas, Indonesia Jadi Salah Satu Korbannya, Pejabat AS: Pembeli, Waspadalah!

"Selain itu, ini juga pertama kalinya kita mendengar militer memberitahukan kepada publik telah mengamankan drone itu dan telah melakukan investigas, dan berdasarkan kabar terakhir, saat ini dibawa ke Markas Armada Kedua Angkatan Laut Indonesia di Surabaya," tuturnya.

Pada Maret 2019, tipe berbeda dari Sea Wing UUV ditemukan oleh nelayan Indonesia di kepulauan Riau di Laut China Selatan.

Sedangkan pada Januari tahun lalu, benda yang sama juga ditemukan di Jawa Timur.

Namun, hingga saat ini pihak China sendiri belum berkomentar mengenai drone mata-mata yang ditemukan itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas TV dengan judul: "Drone Mata-Mata China Ditemukan di Laut Indonesia, Ternyata Ini yang Ketiga Kalinya."

(*)

Tag

Editor : Candra Mega Sari

Sumber Kompas TV