Find Us On Social Media :

Miris, Desanya Tak Miliki Kantor hingga Ditinggal Serentak oleh Staff Lama, Bu Kades di Bogor Relakan Rumahnya Jadi Kantor Darurat, Cucum: Saya Sadar Sendiri

Rumah Cucum Ratna Sumirah yang dipergunakan untuk Kantor Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor

GridHot.ID - Sebuah desa di Kabupaten Bogor bernasib miris.

Melansir Wartakotalive.com, Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, hingga kini dikabarkan tak memiliki Kantor Desa.

Hal tersebut pun membuat Kepala Desa Sukamaju, Cucum Ratna Suminar, berpikir keras untuk mencari solusi agar pihaknya dapat terus memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat.

Baca Juga: Juragan Dump Truck Nglegok Blitar Ditangkap Gara-gara Diduga Teroris, Kepala Desa Akui Tak Kaget Warganya Diciduk Densus 88, Sosok Ini Disebut Sempat Bocorkan Identitas Gelap Pelaku

Dilansir dari TribunnewsBogor.com, di saat Pemerintah Pusat menggalakkan program infrastruktur yang baik dan nyaman serta dapat dinikmati publik, pada kenyataannya masih ada permasalahan kecil di lingkup Pemerintahan Desa.

Permasalahan kecil di lingkup Pemerintahan Desa itu yakni tidak tersedianya kantor desa yang representatif dan menunjang kinerja para pemangku kebijakan di tingkat desa tersebut.

Tidak memiliki bangunan ataupun kantor desa yang tetap membuat Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Cucum Ratna Suminar berpikir keras untuk mencari solusi agar pihaknya dapat terus memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat.

Baca Juga: Hatinya Hancur Bertubi-tubi, Sudah Pergoki Istri Selingkuh dengan Bawahannya Sendiri, Suami Bu Kades Harus Bayar Utang Rp 150 Juta untuk Kampanye: Gajinya Sisa Rp 400 Ribu

Langkah yang diambil Cucum yakni mendirikan kantor desa darurat berupa bangunan rumah milik pribadinya. Hal itu dilakukan agar pelayanan publik dapat terus berjalan.

"Pertama, Kantor Desa Sukamaju darurat ini memang terpaksa saya siapkan di sini karena memang tidak ada tempat lagi yang lain. Untuk solusi, dari Kecamatan Cibungbulang maupun Pemerintah Kabupaten Bogor belum ada masukan harus bagaimana? Apakah harus mengontrak atau hak guna pakai saja? Belum ada tanggapan," ujarnya, Selasa (30/3/2021).