Find Us On Social Media :

'Memalukan' Darahnya Mendidih, Cinta Laura Marah dan Kecewa Dengan Respon Wagub Jawa Barat yang Dinilai Menyepelekan Kasus Perundungan Bocah SD yang Dipaksa Setubuhi Kucing

Cinta Laura

GridHot.ID - Beberapa waktu lalu sempat viral kasus bocah SD meninggal dunia usai mengalami perundungan.

Siswa SD kelas V di Tasikmalaya, F (11), dilaporkan telah menjadi korban bully oleh teman-temannya hingga akhirnya meninggal dunia setelah mengalami depresi dan sakit.

Sebelum meninggal dunia, anak SD ini bahkan dipaksa setubuhi kucing oleh teman-temannya. Perbuatan itu lantas direkam menggunakan ponsel.

Seperti diketahui dari TribunJogja, korban mengalami depresi dan sakit setelah video itu tersebar, hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Namun usai viral, kasus tersebut malah seolah berakhir begitu saja.

Dan makin menyakitkan gegara respon dari Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum soal kasus perundungan bocah SD di Tasikmalaya, Jawa Barat yang dianggap tidak tepat.

Yang membuat Cinta Laura akhirnya ikut menyoroti dan memberikan tanggapannya.

Melalui akun Instagram-nya, Cinta Laura membagikan video TikTok @dailyjour yang membahas soal kasus bocah SD meninggal dunia karena alami perundungan.

Sebelumnya, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan kasus anak SD yang dirundung dan meninggal dunia karena depresi ini adalah candaan dan tak perlu dilanjutkan ke persidangan.

 Baca Juga: Beda dengan Artis Lain yang Ingin Lomba-lomba Catwalk di CFW, Cinta Laura Justru Lakukan Hal Ini di Kawasan Sudirman hingga Banjir Pujian Warganet

Dilansir dari Grid.id, Cinta Laura menyampaikan responsnya dengan mengunggah ulang sebuah video TikTok milik akun @dailyjour yang membahas kasus perundungan tersebut.

Ia mengaku kecewa dan mempertanyakan implementasi sejumlah regulasi yang digunakan untuk perlindungan bagi korban dalam kasus perundungan ini.

Menurutnya, akan menjadi sulit implementasi peraturan tersebut jika pejabat atau orang yang dipandang berkuasa saja tak ada empati terhadap kasus ini.

"UU Perlindungan Anak ada, begitupun UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual).

Tapi bagaimana undang-undang tersebut bisa benar-benar diimplimentasikan dan berfungsi sebagai perlindugan bagi korban-korban pelecehan.

Perundungan dan kekerasan jika orang-orang yang berkuasa tidak memiliki rasa empati dan pengertian tentang isu-isu ini." jelas Cinta Laura dikutip Kompas.com dari Instagram @cintakiehl, Senin (25/7/2022).

Cinta Laura menyesalkan sejumlah pihak yang tidak peduli akan dampak dari kasus yang dikatakannya tidak manusiawi ini.

"Memalukan juga melihat bahwa mereka tidak sadar dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mental dan produktifitas masyarakat kita," tulis Cinta Laura, Senin (25/7/2022).

 Baca Juga: Dipaksa Teman-temannya Bersetubuh dengan Kucing Hingga Direkam, Bocah SD Asal Tasikmalaya Ini Depresi Sampai Meninggal Dunia, Ibu Korban: Anak Saya Malu

Sehingga, Cinta Laura pun mendukung semua pihak untuk menyuarakan agar kasus seperti ini tidak dinormalisasikan.

"Untuk kalian yang berani membuat content seperti ini, teruslah bersuara!

Thank you for your courage! Jangan biarkan tindakan-tindakan seperti ini terus dinormalisasikan! Pelaku harus menerima sanksi/dihukum atas perbuatan mereka.

Stop letting deviants and criminals get away! It’s time for CHANGE." pungkas Cinta Laura.

(*)