Grid Hot - Seputar peristiwa terkini

Urutan Kelahiran 7 Bayi Hasil Inses Ayah dan Anak di Banyumas, Kehamilan Terjadi Setiap Tahun, Polisi: Lima Laki-laki Dua Perempuan

Jumat, 30 Juni 2023 | 14:42
Grid Networks R (57) tersangka pembunuhan tujuh bayi hasil inses dengan anaknya saat pers rilis di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (27/6/2023).
(Kompas.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

R (57) tersangka pembunuhan tujuh bayi hasil inses dengan anaknya saat pers rilis di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (27/6/2023).

GridHot.ID - Heboh kasus hubungan sedarah atau inses antara ayah dan anak kandung di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Ayah berinisial R (57) melakukan inses dengan anaknya yang berinisial E (26) sejak 2012 sampai 2021. Dari inses tersebut, lahir 7 bayi yang terdiri dari 5 bayi laki-laki dan 2 bayi perempuan

Bayi-bayi itu kemudian dibunuh oleh R sesaat setelah dilahirkan dan dikubur di kebun tempat tinggal mereka di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan.

"Setelah melahirkan dibekap mulutnya dengan kain sampai meninggal dunia, kemudian dikuburkan. Berdasarkan pengakuan tersangka lima bayi berjenis kelamin laki-laki dan dua perempuan," ucap Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi, dilansir dari Tribun Jateng.

Kelahiran bayi itu terjadi setiap 1-2 tahun sekali.

Pada tahun 2013, E melahirkan bayi berjenis laki-laki. E lalu hamil lagi dan melahirkan bayi laki-laki di tahun 2015.

Kurang dari satu tahun, E hamil untuk ketiga kalinya. Tahun 2016 ia melahirkan bayi perempuan.

Kemudian tahun 2018 lahir lagi bayi laki-laki. Selanjutnya di tahun 2019, lahir bayi laki-laki.

Tahun 2020 lahir bayi perempuan dan terakhir tahun 2021, E melahirkan bayi laki-laki.

Bayi yang baru lahir itu pun langsung dikuburkan oleh R.

Sebelum dikubur, bayi itu dibunuh dulu dengan cara dibekap mulutnya.

Baca Juga: Berprofesi sebagai Dukun Pengobatan, Inilah Tampang Ayah di Banyumas yang Inses dengan Anak Sendiri hingga Lahir 7 Bayi

R sendiri tega melakukan inses dan membunuh bayi-bayinya setelah mendapat perintah dari guru spiritualnya dengan tujuan menjadi kaya secara gaib.

Diketahui jika R memiliki guru spiritual berinisial B.

R bertemu dengan B saat kerja di Klaten sebagai buruh bangunan tahun 2011 lalu.

Grid Networks Inafis Polresta Banyumas saat melakukan penggalian ditemukannya dugaan tulang manusia di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan, Kamis (15/6/2023)
Tribun Jateng/ Permata Putra Sejati

Inafis Polresta Banyumas saat melakukan penggalian ditemukannya dugaan tulang manusia di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan, Kamis (15/6/2023)

B menyarakan R supaya melakukan hubungan dengan anaknya dan kalau melahirkan supaya bayinya dikubur hidup-hidup.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, mengatakan, perbuatan R itu diduga merupakan bagian dari ritual untuk mencapai kesuksesan.

"Menurut dia, paranormal itu memberi saran, Kalau ingin kaya, melakukan persetubuhan dengan anak kandung. Hal itu harus dilakukan selama 7 kali berturut-turut. Nanti kalau sudah datangi kuburan anakmu maka akan ada yang mengantarkan uang," ujar Edy.

Korban di bawah Ancaman

Melansir Kompas TV, Psikolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Pemkab Banyumas Rahmawati Wulansari mengungkapkan fakta baru soal kasus inses ayah anak dan pembunuhan tujuh bayi di Banyumas, Jawa Tengah.

Rahmawati mengatakan bahwa anak perempuan berinisial E (26) terpaksa melayani nafsu bejat ayahnya, R (57), karena diancam menggunakan golok.

"Memang benar ada ancaman ketika (ayahnya) mengajak dan ditolak. Dia bilangnya 'dipapag ngangge bendo' (dihalangi dengan golok)” kata Rahmawati saat pers rilis di Mapolresta Banyumas, Selasa (27/6/2023).

"Sehingga mau tidak mau melakukan dengan ayah kandung," lanjutnya.

Baca Juga: Ayah di Banyumas Inses dengan Anak Sendiri, Lahir 7 Bayi tapi Semuanya Dihabisi, Polisi Kuak Sosok Tersangka yang Punya 3 Istri

Saat pertama kali melakukan persetubuhan dengan ayahnya, E masih di bawah umur. Rahmawati bilang, kondisi psikologi E sempat terganggu.

E pun tak punya pilihan lain. Ibu kandungnya juga sama, tak bisa berbuat banyak lantaran sama-sama mendapatkan ancaman.

Hubungan inses tersebut pun membuat E melahirkan anak pertamanya pada tahun 2013. Peristiwa itu tersebut berlanjut hingga E melahirkan anak ketujuh pada 2021 lalu.

Selama itu, E tetap hidup dengan ayahnya di sebuah gubuk. Rahmawati bilang, E sebetulnya memiliki kesempatan untuk melakukan banyak hal.

"Mungkin di awal saya prediksi pasti trauma, tapi lama kelamaan tidak ada pilihan untuk terus melakukan sampai tujuh kali," jelas dia, dikutip dari Kompas.com.

Kasus ini terungkap setelah warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan menemukan 4 kerangka bayi.

Pada Kamis (15/6/2023) warga dari Kebun Kelurahan Tanjung, menemukan tulang belulang tengkorak berukuran kecil yang sebelumnya diduga adalah kerangka bayi.

Hasil penemuan tersebut dilaporkan ke pihak RT setempat kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian setempat.

Pihak Kepolisian memastikan kerangka yang ditemukan warga dengan menyerahkan ke tim forensik RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, dan dipastikan jika kerangka tersebut merupakan tulang belulang bayi.

Hingga akhirnya Rudi ditangkap pada Sabtu (24/6/2023) di Banyumas.

(*)

Tag

Editor : Siti Nur Qasanah

Sumber Kompas TV, Tribunjateng.com