"Saya pribadi minta maaf bilamana meresahkan. Saya juga ingin menjelaskan kepada teman-teman untuk lebih rasional lagi dalam menyikapi status (unggahan) yang sekarang meresahkan beredar, khususnya tentang corona memang meresahkan," ujar Bima.
Tak lama berselang, beredar kembali sebuah video melalui aplikasi pesan WhatsApp yang mengklaim bahwa Violita, ODP yang sempat berkunjung ke Pasar Singosaren tersebut dijemput paksa oleh tim medis.
Oleh karena itu, Violita melakukan klarifikasi atas beredarnya video yang meresahkan tersebut.
Dalam klarifikasi yang diunggah oleh akun Twitter @aldiponegoro, Violita mengatakan bahwa ia meminta maaf kepada pedagang di Singosaren.
Violita juga mengatakan bahwa ia tidak pernah dijemput paksa oleh tim medis.
"Saya mau mengklarifikasi berita bahwa saya tidak pernah dijemput paksa oleh polisi dan tim medis," ujarnya dalam video yang beredar.
Perempuan tersebut membenarkan bahwa polisi dan tim medis memang datang ke rumahnya, namun tidak dengan tujuan menjemput paksa dirinya.
"Semalam polisi dan tim medis memang ke sini, tapi hanya untuk menanyakan track saya sudah kemana saja," tambahnya.