Meski hasil tes swab belum keluar, namun dokter meyakini bahwa kematian Fabyan terjadi akibat virus corona.
Pasalnya kerusakan organ terjadi sangat masif dalam waktu singkat.
Meski Fabyan harus menjalani protokol covid-19, namun sang ayah rupanya masih sempat mengumandangkan azan di telinga Fabyan sebelum ia dibawa ke kamar jenazah.
Bahkan keluarga diberi kemudahan untuk menyolatkan jenazah sebelum dibawa oleh ambulans ke area pemakaman.
Diceritakan bahwa tak sedikit pihak keluarga yang berkesempatan untuk mengantarkan Fabyan ke peristiratahan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon.
Hingga Kamis (30/4/2020) unggahan tersebut telah diretweet lebih dari 26 ribu kali dan disukai lebih dari 59 ribu kali.(*)