Dikutip dari Kompas.com, Sakti mempunyai latar belakang sebagai seorang pebisnis di bidang telekomunikasi.
Ia sempat berkecimpung di dunia politik sebagai Bendahara Umum Partai Amanat Nasional (PAN) saat ketua umum partai kala itu dijabat Hatta Rajasa.
Sakti mendirikan PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama pada 2007, yang berfokus dalam bidang telekomunikasi, teknologi, properti, media, dan e-commerce.
Sebelum mendirikan PT TRG, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Bina Nusantara (Binus) ini telah merintis PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP) dan membangun PT Tower Bersama Infrastruktur.
Pria kelahiran Semarang ini dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana.
Kariernya dimulai ketika Sakti menjadi karyawan di PT Astra International Tbk lewat program Astra Basic Training atau management trainee pada 1988.
Statusnya saat itu masih sebagai mahasiswa semester akhir ITB dan belum mendapat gelar sarjana. Sakti pun ditempatkan ke dalam unit bisnis informasi teknologi.
Pada 1995, Sakti pernah menjajal dunia bisnis bidang kayu, namun usahanya gulung tikar lantaran krisis tahun 1998.
Baca Juga: 'Prabowo Sangat Kecewa dengan Edhy Prabowo, Anak yang Dia Angkat dari Selokan 25 Tahun Lalu'
Hal ini justru menjadi peluang yang dimanfaatkan Trenggono. Ia melihat di awal tahun 2000-an, Indonesia memasuki era teknologi mobile telekomunikasi yang ditandai dengan munculnya operator-operator seluler dan pengguna ponsel terus tumbuh.
Melihat peluang itu, Sakti pun mendapat sinyal kuat untuk mengembangkan bisnis di dunia telekomunikasi.
Meskipun sempat diremehkan, Sakti tetap yakin membangun 70 menara telekomunikasi dalam waktu tiga tahun.