"Terus temen gue, 'Gue pulang dulu ya', 'eh lu kemana', 'saya ke sana jalan kaki naik angkot', ada anak guru naik becak, dari situ gue mulai 'mah nggak usah jemput-jemput lagi' dari situ gue mulai tu ngerasain mau pulang bareng sama mereka," jelasnya.
Alih-alih terpuruk karena keadaan ekonomi keluarga, Raffi justru membuktikan ia bisa jadi anak sulung yang diandalkan keluarga.
Kini kesuksesannya berhasil membuat sang mama dan adik-adiknya hidup nyaman dan bergelimang harta.

Raffi Ahmad
Sementara itu, ia justru diam-diam memikirkan nasib anaknya yang sejak lahir sudah hidup sebagai anak sultan
"Sekarang gue ngerasain Rafatharudah serba enak, gue juga mikirin caranya dirinya untuk bisa survive sebagai laki-laki jangan berdiri sebagai Rafathar bukan anak Raffi Ahmad," ungkap Raffi.
"Lu nggak usah khawatir menurut gue, karena pasti Rafatharmelihat perjuangan lu, pasti dia berpikir Pi," timpal Sule menenangkan.(*)