Devara membujuk Didot agar membunuh Indriana Dewi Eka Saputri.
Sebab saat itu Didot Alfiansyah diketahui menjalin hubungan dengan Indriana Dewi Eka Saputri.
"Saudara Didot mengatakan ingin kembali ke tersangka Devara, berpacaran kembali. Tapi tersangka Devara menyampaikan mau kembali asalkan Indriana Dewi tidak ada di dunia ini lagi, tidak mau melihat ada di dunia ini lagi," kata penyidik saat rekonstruksi di Kabupaten Bogor, Kamis (7/2/2024).
Didot Alfiansyah awalnya tidak bersedia melakukan hal itu, namun terus dibujuk rayu oleh Devara Putri Prananda.
"Tersangka Devara setiap ketemu terus menyampaikan hal tersebut," kata penyidik lagi di adegan pertama rekonstruksi.
Pada adegan kedua saat rekonstruksi, Didot mendatangi eksekutor Muhammad Reza di bengkel.
Awalnya Muhammad Reza menolak, namun akhirnya setuju karena diimingi imbalan Rp 50 juta.
Ketiganya kemudian melakukan perencanaan pembunuhan Indriana Dewi Eka di kostan Devara.
Di sana mereka menyiapkan alat berupa sarung tangan untuk menghilangkan jejak.
"Direncanakan sekitar semingguan," kata Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Surawan.
Kemudian Indriana pun tewas dibunuh Didot dan Reza di kawasan Bukit Pelangi, Bogor, pada Selasa (20/2/2024).