Polisi menduga, ada perbedaan data usia penumpang Lion Air, karena penumpang usia di atas 2 tahun dianggap dewasa karena sudah membayar tiket dengan harga penuh.
"Di manifes, itu yang bayi, dalam kurungnya ada, I, Inven, tapi yang anak, itu memang tidak ada.
Ya memang bukan tugas kami, tapi kami lihat itu memang tidak ada anak.
Ya mungkin saja ini, kita cuma ngira-ngira, kan kalo sudah di atas dua tahun, harganya sama dengan dewasa.
Maka, dia nggak pakek Inven, apalagi, beli tiket jangan-jangan dari online.
Baca Juga : Remuk dan Penyok di Berbagai Sudutnya, Berikut Penampakan Turbin Pesawat Lion Air JT 610
Ini cuma apa, cerita pada saat kita melakukan rekonsiliasi. Cuman itu saja.
Tetapi, faktanya, Antemortem kita ada 3 anak dan 2 bayi," ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Arthur Tampi.
Seperti diketahui, Sebelum diserahkan kepada keluarga, tim forensik rumah sakit melakukan proses ante mortem. Ante mortem adalah pengumpulan riwayat dan data jenazah korban kecelakaan atau bencana.
Proses itu masuk dalam proses Disaster Victim Investigation (DVI) atau proses identifikasi untuk mengungkap identitas jenazah.
"Antemortem itu adalah proses mengumpulkan data dari korban yang terdampak bencana atau kecelakaan. Bisa dibilang antemortem adalah pengumpulan riwayat dan data korban sebelum meninggal dunia," ujar Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Kombes Edy Purnomo kepada Kompas.com, Rabu (31/10/2018).