Find Us On Social Media :

Sigit Pamungkas Sebut Sikap Prabowo yang Tolak Keputusan KPU Berbahaya Bagi Proses Demokrasi

Prabowo di tengah para pendukungnya saat deklarasi kemenangan di Pilpres 2019 di Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019).

GridHot.ID - Situasi pasca Pemilu 2019 semakin memanas setelah memasuki proses akhir perhitungan suara.

Pengumuman perihal siapa yang akan memimpin Indonesia selama empat tahun ke depan akan diberitahukan secara masif oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 besok.

Namun rupanya, KPU harus menghadapi kritik dari kubu calon presiden 02 Prabowo Subianto.

Baca Juga: Suaminya Dituding Non Muslim, Maia Estianti Tersulut Emosi: Jangan Fitnah!

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan penolakannya terhadap hasil Pilpres 2019 yang ditetapkan oleh KPU.

Prabowo menuduh telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu, dari mulai masa kampanye hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara yang saat ini masih berjalan.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas menyebutkan, peserta pemilu punya tanggung jawab atas hasil pemilu.

Baca Juga: Tindaklanjuti Laporan BPN Prabowo-Sandi, Bawaslu Putuskan KPU Langgar Tata Cara Input Data Situng

Jika ada pihak yang menolak hasil pemilu tanpa disertai bukti, maka hal itu adalah bentuk kesewenang-wenangan.

"Sikap penolakan atas hasil pemilu tanpa menghadirkan bukti yang dapat diuji dalam proses yang otoritatif merupakan bentuk kesewenang-wenangan. Ia ingin menang sendiri di luar mekanisme demokrasi yang telah disepakati," kata Sigit saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/5/2019).

"Sikap ini berbahaya bagi pelembagaan demokrasi," lanjut dia.

Sigit mengatakan, keptusan KPU harus diterima. Jika berselisih pendapat tentang hasil pemilu, yang harus dilakukan adalah menggunakan mekanisme demokrasi sesuai koridor hukum.

Baca Juga: Pemuda Garut Nekat Setubuhi Puluhan Gadis ABG dengan Alasan Ritual Buang Sial

"Mengambil jalur di luar kerangka hukum pemilu yang telah disediakan sangat berpotensi mengadu domba rakyat. Ini sangat berbahaya," ujar Sigit.

Meski demikian, Sigit menegaskan, siapa pun pihak yang menolak hasil pemilu, termasuk Prabowo, tak akan berpengaruh pada legalitas pemilu.

"Penolakan Prabowo (terhadap hasil pemilu) tidak memiliki dampak legalitas hasil pemilu. Hasil pemilu tetap sah," kata Sigit. (Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Penolakan Prabowo Tak Berdampak pada Legalitas, Hasil Pemilu Tetap Sah""

(*)