Find Us On Social Media :

Sebelum Heboh Direbut China, Natuna Nyatanya Sudah Dieksploitasi Negara Tetangga Sekian Lama, Bakal Diambil Alih Indonesia, Singapura Siap Gelap Gulita

Wilayah Natuna yang sedang panas karena diganggu oleh China

Gridhot.ID - Natuna hingga hari ini masih terus diperbincangkan rakyat Tanah Air.

Bagaimana tidak, isu Natuna bakal diambil alih oleh China diperkuat dengan adanya kapal militer yang berjaga di laut tersebut.

Apalagi setelah China mengeluarkan klaim memiliki hak di Perairan Natuna yang masuk sebagai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Baca Juga: Bocor di Media Sosial, Rekaman Video Detik-detik Pembantaian Jenderal Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat Bikin Ngeri Sendiri, Luluh Lantak Diberondong Rudal, Netizen: Kok Kayak Rekaman Game Call Of Duty?

Hal itu tidak mengherankan. Selain potensi perikanan, Natuna juga menyimpan cadangan gas raksasa di bawah lautnya. Bahkan cadangan gasnya, disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Gas alam di Natuna sendiri sebenarnya sudah lama dieksploitasi. Lapangan gas dengan produksi yang terbesar saat ini yakni Blok Corridor di West Natuna yang dikelola ConocoPhillip. Gas yang disedot dari lapangan ini hampir seluruhnya disalurkan ke Singapura.

Komposisi saham di blok ini yaitu Conocophillips 54%, Pertamina 10%, dan Repsol 36%. Diberitakan Kompas.com, Indonesia bakal menyetop pasokan gas ke Singapura pada tahun 2023 mendatang.

Baca Juga: Aniaya Anak Majikan dengan Berbagai Cara, Kelakuan Pembantu Ini Baru Terbongkar Setelah 5 Tahun Bekerja, Dikira Baik Ternyata Bejat

Selama ini, Singapura mendapat pasokan gas melalui Lapangan Suban Blok Corridor. Penyetopan transmisi gas ini dilakukan untuk meningkatkan stok gas bumi di Indonesia yang diprediksi akan habis sekitar 40 tahun mendatang.