Grid Hot - Seputar peristiwa terkini

Pengen Kasus Covid-19 Filipina Cepat Mereda, Duterte Minta Suntikkan Vaksin ke Pantat karena Dianggapnya Lebih Efektif, Ahli Justru Ungkap Ada Risiko Mengerikan Jika Nekat Dilakukan

Sabtu, 30 Januari 2021 | 17:42
Grid Networks Duterte sebut vaksin Covid-19 akan sangat ampuh jika disuntikkan ke pantat.
Global Times

Duterte sebut vaksin Covid-19 akan sangat ampuh jika disuntikkan ke pantat.

Sebagian besar negara di Asia Tenggara masih berusaha memerangi Corona.

Salah satu negara yang masih getol mengatasi pandemi ini adalah Filipina.

Melansir dari Kontan.co.id pemimpin Filipina Presiden Rodrigo Dutertemenghentikan penyebaran wabah Covid-19, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemberian vaksin.

Baca Juga: Pamer Lagi, China Kembali Sombongkan GJ-11 Buatannya, Drone Tempur Siluman Mematikan yang Bisa Gentayangan di Langit Musuh dan Tembakkan Rudal Tanpa Ketahuan Radar

Saat ini banyak negara telah mengembangkan vaksin Covid-19 salah satunya adalah China.

Berbicara soal vaksin Covid-19, belakangan ada pernyataan cukup mengejutkan dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Filipina sendiri diketahui, akan segera mendapatkan vaksin Covid-19 dari China.

Baca Juga: Jumlah Rakyat Kota Riyadh Bakal Ditambah Secara Besar-besaran, Ambisi Besar Putra Mahkota Arab Saudi Terbongkar, Mohammed Bin Salman Punya Sesuatu yang Direncanakan

Duterte kemudian mengatakan bahwa ia tidak sabar ingin mendapatkan segera vaksin Covid-19 tersebut dari China.

Menurut 24h.com.vn, Jumat (29/1/21) Duterte juga mengatakan ingin segera menerima vaksin tersebut, dan ingin menyuntikkannya ke pantat.

Namun tidak diketahui, pernyataannya tersebut adalah sindiran ataukah sebuah pernyataan nyata.

Sementara menurut Inquirer, yang melaporkan pada Rabu (27/1/2021), Duterte ingin menyuntikkannya ke pantat agar lebih efektif.

PernyataanPresiden Filipina tersebutjuga diragukan olehnetizen China.

Baca Juga: Keburu Diciduk Sebelum Nikmati Duit Haram, Sindikat Pengedar Uang Asing Palsu Ini Gagal Edarkan 100.000 Dolar Amerika, Polisi: Cukup Menarik, Seorang Guru

Tentang apakah vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke bokong lebih efektif daripada injeksi bisep, lapor Global Times.

Pakar medis China terkemuka mengatakan, menyuntikkan vaksin Covid-19 ke bokong tidak memengaruhi efek antivirus.

Namun, tindakan ini bisa menyebabkan kontraksi otot di bokong sehingga menyebabkan bokong berubah bentuk.

Baca Juga: Semasa Hidupnya Belum Kesampaian, Irfan Hakim Ngaku Deg-degan Bantu Wujudkan Keinginan Syekh Ali Jaber: Cita-cita Sahabat Saya...

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China merekomendasikan agar setiap orang menyuntikkan vaksin Covid-19 di bisep.

Zhuang Shilihe, ahli vaksin China, mengatakan bahwa yang terbaik adalah menyuntikkan Covid-19 ke bisep seperti biasa.

"Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa menyuntikkan Covid-19 ke bokong seperti gagasan Presiden Filipina akan memengaruhi efektivitas vaksin," katanya.

"Namun, hal itu kemungkinan besar akan menyebabkan bokong Anda berubah bentuk. Lagipula, menyuntikkan Covid-19 ke bokong akan lebih sakit dari biasanya," ungkap Zhuang.

Zhuang menambahkan, risiko bokong cacat saat menyuntikkan Covid-19 ke situs ini lebih tinggi pada anak-anak daripada pada orang dewasa.

Baca Juga: Ribut Harta Gono-gini, Atalarik Syach Disebut Minta Mantan Istri Kembalikan Seserahan Hingga Hadiah Saat Pacaran, Tsania Marwa: Ini Konyol Banget

Vaksinasi bokong juga jarang dilakukan karena organ ini memiliki banyak lemak, peredaran darah tidak sebaik otot bisep.

Oleh sebab itu, para ahli menyarankan untuk tidak meniru apa yang dikatakan oleh Duterte karena dianggap sangat berbahaya.

"Sayangnya, Presiden Duterte memilih area pantatnya untuk divaksinasi daripada disuntikkan ke otot bisep seperti Presiden Biden dari AS, Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Singapura Ly Hien Long,"Tony Leachon mantan penasihat Satuan Tugas Nasional Filipina untuk pencegahan Covid-19, memposting di Twitter.

Baca Juga: Usut Dugaan Bancakan Korupsi Bansos Eks Menteri Juliari Batubara, KPK Pakai Strategi 'Makan Bubur dari Pinggir', Begini Penjelasan Ali Fikri

"Publisitas para pemimpin vaksinasi Covid-19 akan menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan vaksinasi. Namun, saya tetap menyarankan agar tidak divaksinasi Covid-19 di bokong," katanya.(*)

Tag

Editor : Nicolaus

Sumber Kontan.co.id, intisari-online