Find Us On Social Media :

Panjangnya 113 Meter dan Mampu Tampung Dua Helikopter, Intip Sangarnya TCG Istanbul, Kapal Fregat Pertama Turki dari Armada I-Class

Spesifikasi kapal TCG Istanbul

 

GridHot.ID - Turki selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan militer yang terkuat di dunia.

Melansir Serambinews, Turki meluncurkan kapal kelas I pertama yang diproduksi daam Proyek MILGEM, proyek kapal perang nasional Turki pada Sabtu (23/1/2021) lalu.

Fregat Istanbul sepanjang 113 meter itu akan dikirim ke Komando Angkatan Laut Turki pada 2023 dan akan digunakan untuk pertahanan udara lanjutan dan peperangan permukaan, peperangan pertahanan kapal selam dan kegiatan patroli.

Baca Juga: Dulu Biasa Kantongi Rp 60 Juta Perhari, Ningsih Tinampi Kini Tinggalkan Rumahnya dan Ngacir ke Turki Semenjak Pamornya Meredup, Karyawannya Sampai Harus Cari Duit Sendiri Demi Sesuap Nasi

Kapal itu akan dilengkapi dengan sistem pencarian dan pelacakan inframerah yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Turki ASELSAN.

Dilansir dari Kontan.co.id, dibuka langsung oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, Angkatan Laut Turki resmi meluncurkan kapal fregat TCG Istanbul yang merupakan unit pertama dari armada I-Class yang sedang disiapkan.

Galangan Kapal Istanbul pada hari Sabtu (23/1/2021) lalu resmi menggelar upacara peluncuran kapal frigate TCG Istanbul, model pertama yang akan masuk armada I-Class.

Baca Juga: Niatnya Beri Sarapan Istimewa, Wanita Ini Malah Disiram Air Panas Oleh Suaminya Sendiri yang Ngamuk Dibangunkan Pagi Hari, Korban: Laki-laki di Sini Bebas Berkeliaran Setelah Menghajar Wanita

Dilansir dari Naval News, upacara tersebut dihadiri banyak pejabat tinggi, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Menteri Pertahanan Hulusi Akar, serta Kepala Angkatan Bersenjata Turki dan Kepala Angkatan Laut Turki. Peluncuran awalnya akan dilakukan pada 17 Januari, namun ditunda karena salju lebat di Istanbul.

Presiden Erdogan menekankan pentingnya indgenisasi dalam industri pertahanan selama pidatonya di upacara tersebut. Secara terbuka ia mengkritik sanksi langsung dan tidak langsung yang dikenakan ke Turki dan menguraikan produk asli yang dikembangkan oleh Turkish Defence Industry.