Ternyata, waktu master berdiskusi (dengan ruh), tangan itu suatu tanda untuk minta tolong masih ada organ tubuh bagian lain yang tercecer," ungkap Limbad.
Keesokannya, Limbad beserta keluarga korban itu mencari ke lokasi kejadian.
Baca Juga : Cari Muka ke PBB, Pentolan OPM Putar Balik Fakta Pembantaian Pekerja Trans Papua di Nduga
Mengejutkannya, mereka menemukan bagian potongan tubuh.
"Ternyata benar, waktu itu ditemukan potongan telinga sedikit, potongan tangan dan satu jari kelingking kiri. Belum busuk tapi sudah tercium aroma yang tidak enak karena itu 3 hari setelah dimakamkan," imbuh Limbad yang diwakili sang asisten.
Lebih lanjut Limbad bercerita bahwa pemilik makam tersebut meninggal bukan karena tidak sengaja tertabrak kereta, melainkan bunuh diri.
Oleh karena itu, arwah makam itu akan tetap mengejar sosok yang membuatnya tak tenang ketika hidup di dunia.
"Bukan, secara physically memang sudah disempurnakan. Tapi kalau kita bilang tenang ternyata belum kata master. Setelah ditelusuri dia bukan mati terabrak kereta biasa, tapi menyengajakan diri.
Jadi masih ada beban, dia ada masalah yang sangat besar, dan dia ingin mengejar si A," imbuh asisten Limbad.
Baca Juga : Viral di Twitter, Kisah Satpam Sekolah yang Parkirkan Motor Sesuai dengan Warna Kendaraan
Selanjutnya, Raditya Dika menanyakan kebiasaan Master Limbad yang hobi mengoleksi barang klenik.