Namun, ia mengaku pergi ke sana secara ilegal untuk pekerjaan kemanusiaan, yakni merawat para jihadis ISIS.
Miah tinggal di kota Mayadin di bawah pemerintahan ISIS selama 4 tahun.
Dia mengaku jika selama itu Miah bekerja sebagai asisten ahli bedah ortopedi yang ia pelajari dari buku.
Miah akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari Mayadin pada Agustus 2018 lalu dengan sepeda motor bersama istrinya yang tak ingin disebutkan namanya dan anaknya, Mariam yang saat itu baru berusia 9 bulan.
Sejak terpisah dari istrinya, Miah mengaku belum pernah melihat anak keduanya.
Karena saat Pasukan Demokrat Suriah menjemputnya, istrinya dalam keadaan hamil 5 bulan.
Kini, Miah tidak tahu di mana keberadaan anak-anak dan istrinya.
Namun Miah mengatakan jika anak-anaknya adalah warga negara Inggris dan ia ingin mereka kembali ke Inggris bersamanya.
Baca Juga : Donald Trump Tak Sudi Terima Kepulangannya ke Amerika, Hoda Muthana Menyesal Tinggalkan AS Demi Masuk ISIS
Sebagai tambahan informasi, Miah merupakan salah satu dari 6 warga Inggris yang diduga tergabung menjadi jihadis ISIS yang kini ditahan oleh SDF, pimpinan Pasukan Kurdi.
Ketika berbicara di sebuah gedung intelijen di provinsi Al-Hasakah dalam perjalanan singkat dari penjara, Miah mengatakan keinginannya untuk pulang ke Inggris.