Surat kabar itu mengutip tiga pejabat Inggris yang semuanya melaporkan kemarahan pemerintahan Johnson. Pemerintah Inggris diisukan akan melakukan perhitungan dengan China setelah kasus wabah ini berakhir.
Bahkan Johnson dikabarkan bisa saja mengabaikan keputusan sebelumnya untuk membiarkan perusahaan telekomunikasi China Huawei mengembangkan jaringan 5G di Inggris.
Sebab keputusan ini telah membuat marah sekutu utamanya Amerika Serikat. Bahkan Presiden AS Donald Trump dilaporkan terang-terangan menunjukkan kemarahannya dengan keputusan Inggris membuka peluang bagi Huawei tersebut saat melakukan pembicaraan via saluran telpon dengan Johnson bulan lalu.
Sementara itu, Johnson yang telah terinfeksi covid-19, telah menulis surat kepada setiap rumah tangga di Inggris yang mendesak mereka untuk terus mengikuti aturan jarak sosial yang ketat.
Dalam surat itu, Johnson mengatakan: "Kami tahu segalanya akan menjadi lebih buruk sebelum mereka menjadi lebih baik."
"Tapi kita membuat persiapan yang tepat, dan semakin kita semua mengikuti aturan, semakin sedikit nyawa yang akan hilang dan semakin cepat hidup dapat kembali normal."
Baca Juga: 'Paus Pun Berdoa, 700 Orang Tiap Hari Mati'
Perdana menteri awal pekan ini memperkenalkan penguncian atau lockdown, memberi tahu orang-orang untuk hanya meninggalkan rumah mereka karena alasan penting dan memberi polisi Inggris kekuatan untuk mendenda mereka yang tidak patuh.
Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Inggris dikabarkan marah besar dengan China soal penanganan covid-19.
(*)