Kematian Arapaima sebesar manusia ini diduga karena orang-orang yang ceroboh terus menerus membuang sampah plastik ke habitatnya.
Beberapa hari sebelum kematian ikan tersebut, pemiliknya sempat menemukan Arapaima sedang berenang dalam lilitan karung plastik yang membuat kematiannya semakin menyiksa.
"Apa yang mungkin mengorbankan nyawa laut, ikan, lumba-lumba, kura-kura, setiap hari terjadi hari ini di depan pintu kami," tulis laman Facebook Thailand-Fishing.
Diketahui, Arapaima yang diberi nama Ryan oleh pemiliknya selalu diberi makan setiap hari, ikan itu juga telah memasuki usia tujuh tahun dengan panjang 188 cm dan berat lebih dari 70 kilogram.
Setelah kematian ikan tersebut, pemiliknya pun merasa sangat bersedih atas kehilangan hewan peliharaannya.
Ikan Arapaima itu diberi penguburan yang layak oleh pemiliknya dan memastikan untuk melepas kantong plastik yang menyebabkan kematiannya.
Dalam foto yang diunggah, laman Facebook Thailand-Fishing juga menunjukkan ribuan telur-telur yang berhasil dikeluarkan dari perut Arapaima tersebut.

mati dalam keadaan hamil
Mayoritas netizen juga menyatakan kesedihannya atas kematian ikan ini sebelum dia mengeluarkan anak-anaknya.
"Aku terluka sedih ketika dia sudah melahirkan telurnya sebelum kematiannya," ungkap seorang pengguna Facebook.