Gridhot.ID -Masih lekat diingatan musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) setelah hilang kontak.
Dikutip dari Kompas.com, sudah ada 58 jenazah dari total 62 korban yang berhasil diketahui identitasnya.
Denny Darko bahkan mengunjungi dokter forensik RS Polri Kramat Jati untuk mengetahui proses identifikasi jenazah korban.
Kombes Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F lalu mengajak Denny menuju ruangan autopsi korban.
Proses identifikasi korban Sriwijaya Air diketahui hanya mengandalkan potongan tubuh yang ditemukan.
Hal tersebut karena pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hancur berkeping-keping saat jatuh ke laut.
Saat menginjakkan tangga, Denny Darko berkali-kali mengusap dadanya.
Dokter mengatakan tepat di sebelah kanan kamar identifikasi jenazah Sriwijaya Air adalah ruangan untuk jenazah Covid-19.
Sontak, Denny Darko pun semakin deg-degan.

Denny Darko di sekitar kamar jenazah korban Sriwijaya Air
"Itu body partnya datang dalam kantong jenazah kan dok?" tanya Denny dilansir TribunnewsBogor.com dari YouTube sang mentalist, Senin (1/2/2021).
"Iya betul. Sebelah kanan kamar Covid-19," jawab Hastry yang sudah 30 tahun lebih menjadi dokter forensik.
Melihat ketakutan Denny, dokter Hastry pun menegaskan bahwa mereka dalam keadaaan aman.
Karena sebelum memasuki ruangan tersebut, keduanya sudah disemprot disinfektan dan memakai masker.
"Aman, kan udah disinfektan, pakai masker juga. Yang penting jangan ngucek-ngucek mata," ungkap Hastry.
Akan tetapi, begitu menginjak tangga terakhir, Denny mengeluh pusing dan hampir pingsan.
Ia bahkan tak kuat berjalan dan langsung duduk di tangga karena bau dari ruang identifikasi korban Sriwijaya Air.
"Aduuuh dok, baunya dok," ucap Denny Darko.
"Khas kamar jenazah," imbuh dokter Hastry.
"Ini kemarin gak begini lho baunya," ujar Denny lagi.
"Ya, ini karena jenazah dari TKP mulai pembusukan campur air laut," tambah Hastry.
Diakui Denny, bau yang diciumnya ini bukan bau formalin, melainkan seperti bau jenazah.
Hal yang dirasakan Denny tersebut dibenarkan oleh dokter Hastry.
"Serius, ini bukan bau formalin, ini bau jenazah dok," tanya Denny kepada sang dokter.
"Iya ada bau disinfektan kan disterilin juga tempatnya, tapi kalah sama bau jenazah," ujar Hastry.
Mendengar pengakuandokkerHastry, Denny makin lemas.
"Saya seumur-umur baru pertama kali lihat jenazah, cuma jenazah almarhumah ibu saya dok, gak pernah yang lain. Ini baunya... hufft," ucap Denny.
Lantas, Denny berusaha menguatkan diri untuk berdiri.
"Lama-lama adaptasi kok, lama kalau pertama kali," ucapHastry.
Ketika duduk tepat di dekat pintu ruang identifikasi korban Sriwijaya Air, Denny kembali hampir pingsan.
"Bau banget ini dok, bau. Gak ada parfum tah?" tanya Denny.
"Kasih kopi, biasanya dikasih kopi temen-temen saya yang penyidik itu," pungkas Hastry.
(*)