Ai menceritakan awal kejadian hilangnya bocah tersebut katanya bermula dari adanya pengamen ondel-ondel
"Kemarin bersama dua temannya untuk melihat ondel-ondel, kata temennya yang bawa sepeda. Terus temennya itu pulang setelah dilihat Mizan tidak ada. Tetapi dilihat dari CCTV warga tidak ada ondel-ondel yang lewat," ujarnya.
Keluarga berterimaksih kepada semuanya pihak yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi.
"Kami berterimakasih banyak kepada semuanya yang sudah peduli kepada keponakan saya itu dan alhamdulilah bisa ditemukan, sekarang Hamizan itu dibawa ke bengkel patah tulang untuk mengobati patah tulang di kakinya," ujarnya.
Sebelumnya, pada Rabu malam (6/10/2021) warga sempat mendengar adanya suara minta tolong.
Puluhan warga yang mencari asal suara itu berasal, lalu menyisir rumah kosong yang sedang dibangun yang diduga tempat asal suara itu berada, namun korban belum ditemukannya.
Selain itu warga juga menyisir area pemakaman dan rumpun bambu di sekitar rumah kosong tersebut juga tidak ditemukan, hingga akhirnya tengah malam suaranya tidak kembali terdengar.
Ketua RT 01/07, Aja Jamaludin mengatakan bahwa warga bergerak cepat ketika mendengar ada kabar anak hilang di wilayah lain.
"Ada kabar anak hilang di wilayah Nanggeleng, warga berjumlah 5 motor langsung menuju lokasi, sesampainya di sana ternyata anaknya perempuan sedangkan korban berjenis kelamin laki-laki, warga pun kembali pulang," ujarnya.