Musababnya, mereka menilai band asal London itu mendukung dan mengampanyekan LGBT.
Cak Imin tak sependapat dengan tudingan itu. Menurut dia, tidak ada unsur-unsur terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dalam lagu-lagu Coldplay.
"Semua substansi lagunya tidak ada LGBT," ujarnya.
Dia pun tak mempersoalkan konser digelar menjelang masa kampanye Pemilu 2024.
"Tidak ada masalah, karena (kita) punya pengalaman pemilu smooth semua, lancar-lancar aja. Welcome Coldplay to Jakarta. Kita siap menjaga dan siap menyukseskan," kata Cak Imin.
(*)