Find Us On Social Media :

Jadi Sahabat Akrab Hingga Turut Rasakan Perkembangan Pesat TVRI Dibawah Pimpinan Helmy Yahya, Apni Jaya Putra Kaget Adanya Putusan Pemecatan Dirut Secara Mendadak: Aku Bangga Jadi Timmu, Percaya Kau Tak Sendiri!

Harta kekayaan Helmy Yahya

Tidak menyesal

Mang, itu sebutan saya ke sahabat saya Helmy Yahya.

Mang, waktu kita masuk ke TVRI kita mimpi TV ini balik ke tengah publik.

Di tengah anggaran program yang hanya sepersepuluh TV swasta rasanya mustahil. Sebagai orang tv puluhan tahun saya paham betul ada ongkos setiap kenaikan satu point rating program.

Mang, kita bisa ternyata. Dalam dua tahun audiens share TVRI sudah naik dua kali lipat. Ajaib? Nggak. Kita bersama anak anak TVRI bergerak bersama dan kita bangga menonton TVRI lagi.

Mang, waktu kita masuk TVRI, kondisi akuntablitas keuangan dan barang milik negara, 3 kali diganjar disclaimer oleh BPK. Tapi kini sudah WTP.

Baca Juga: Kucurkan 4 Miliar untuk Beli 6 Pengeras Suara, Pemprov DKI Jakarta Sebut TOA Canggih Bisa Antisipasi Banjir, Begini Kata Gubernur Anies Baswedan

Mang, kita masuk TVRI, nggak ada corporate culture, reformasi birokrasi dan tunjangan kinerja. Kini dalam dua tahun kita punya APIK, reformasi birokrasi kita berjalan dan alhamdulillah tunjangan kinerja anak anak kita sudah keluar.

Mang, brand kita kuat tapi jadul. Kita ubah jadi modern. Sehingga anak anak kita bangga memakai seragam, logo kita keren, channel branding sebagaimana layaknya TV lainya.

Mang, waktu kita masuk alat kita jadul, tapi kini kita memiliki peralatan siaran dan produksi yang canggih. Apakah anggaran pembelian peralatan kita bertambah? Nggak. Kita membelanjakannya dengan baik.

Mang, bu Rini, jualannnya bagus. Dulu agensi nggak percaya sama TVRI. Kini kita nyaman bertemu angency, malah mereka mulai mengajak kita meeting.

Mang Helmy, aku tidak pernah menyesal kita telah bersama membesarkan TVRI.

Baca Juga: Bakul Angkringan yang Tinggal di Rumah Kontrakan, Ini Fakta Kehidupan Totok Santosa, Raja Keraton Agung Sejagat

Aku bangga tim direksi kita, Pak Isnan, Bang Tumpak, Mas Pri, mbak Rini, mereka keren keren. Berintegritas.

Di bawah kepemimpinan mu mang, kita kerja dua kali lipat dari biasa, datang lebih awal dan pulang paling akhir, kadang kita tidur di kantor hahaha. Dan Sabtu - Minggu pun masuk.

Mang sekali lagi aku tidak pernah menyesal membantumu. TVRI telah berlari mang. Aku bangga menjadi bagian tim yang kau pimpin.

Hari hari ke depan kau mungkin akan melawan atas keputusan yang melengserkanmu. Percayalah, kau tidak sendiri.