Find Us On Social Media :

Ditemukan Tewas Mengenaskan, Asiong Korban Pembunuhan Kasus Judi Online Pernah Foto dengan Orang Nomor Satu di Indonesia, Begini Ceritanya Nekat Hampiri Jokowi yang Dijaga Ketat

Asiong, korban pembunuhan sekelompok orang di Medan, ternyata pernah berfoto dengan presiden Ia berhail melewati penjagaan ketat saat Jokowi berkunjung ke Medan

 

GridHot.ID - Nasib nahas menimpa Jefri Wijaya alias Asiong (39).

Warga Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan dan tanpa identitas di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Kabupaten Karo, Jumat (18/9/2020) lalu.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan pengembangan setelah penemuan mayat Asiong.

Baca Juga: TKI Bekerja 2 Tahun Tanpa Bayaran dan Disiksa Secara Brutal oleh Majikan, Pengadilan Malaysia Bebaskan Pelaku, Pemerintah Indonesia Bakal Cari Keadilan

Sosok Jefri Wijaya alias Asiong ternyata pernah berfoto dengan presiden Jokowi.

Korban pembunuhan sadis oleh sekelompok orang diduga terkait hutang judi online berhasil foto dengan Jokowi saat sang presiden berkunjung ke Medan.

Lisa, istri Asiong mengatakan Foto itu diambil saat presiden berkunjung ke Mal SUN Plaza Medan pada tahun 2017 lalu.

Asiong, kala itu menyempatkan diri menghampiri Jokowi di tengah pengawalan ketat dan serbuan pengunjung yang juga ingin berfoto dengan Jokowi.

Baca Juga: Dicurigai Warga Saat Bersihkan Cangkul, 2 Remaja Tanggung Nekat Bongkar Makam, Pelaku Percayai Bisa Dapat Ilmu Menghilang Jika Ambil Bagian Ini dari Jasad

"Ada Asiong Poto sama bapak Jokowi. Saat itu pak Jokowi menikahkan anaknya. Kami ketemunya di SUN Plaza, saat pak Jokowi jalan-jalan," ungkap Lisa.

Asiong sendiri telah dikuburkan di perkuburan di kawasan Kedai Durian, Delitua pada Selasa (22/9/2020) sore.

Ia merupakan korban pembunuhan melibatkan 16 orang terkait kasus hutang judi online.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan Asiong diawali dengan penemuan mayat tanpa identitas di sebuah jurang.

Baca Juga: Telungkup Bersimbah Darah dan Penuh Luka, Anggota Propam Polda Metro Jaya Ini Tewas di Pinggir Jalan, Keluarga Sebut Korban Sempat Pamit Pergi Tapi Mati Tragis di Tangan Begal

Akhirnya terkuak mayat tersebut diketahui bernama Jefri Wijaya atau Asiong

Polisi pun berhasil mengungkap motif dari kasus yang sebelumnya menjadi misteri ini.

Informasi dihimpun, kasus ini dilatarbelakangi soal utang judi game online yang berujung kematian.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria Termutilasi di Apartemen Kalibata City, Begini Kronologi Penemuan Korban, Manajer HRD Perusahaan Kontraktor yang Dicari-cari Keluarga

Pria yang sehari-hari berbisnis jual beli mobil ini, kemudian diculik dan dianiaya hingga meninggal dunia.

Jasadnya dibuang ke jurang di kawasan hutan Jalan Medan-Berastagi Km 54-55 Desa Ndaulu Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo.

Dalam kasus pembunuhan tersebut, polisi mengamankan sejumlah pelaku.

Ada warga sipil dan ada pula keterlibatan oknum aparat yang bertugas di Denpom I/5 Medan.

Pengungkapan kasus pembunuhan tersebut berlangsung di Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga: Baru Dikubur Semalam, Makam Wanita 26 Tahun di Jombang Ini Ditemukan Berantakan dan Kain Kafannya Hilang Misterius, Polisi Amankan Barang Bukti yang Diduga Digunakan Pelaku untuk Gali Kubur

Enam orang tersangka yang masing-masing tangannya diborgol, diperlihatkan kepada awak media.

Kasubdit Jahtanras Polda Sumut Kompol Taryono menjelaskan kronologi awal kejadian pembunuhan sadis ini.

Ia memaparkan identitas para pelaku yakni, Edi Swanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango, Handi alias Ahan, Muhammad Dandi Syahputra, Selamat Nurdin Syahputra alias Tutak, Bagus Aryanto alias Bagus dan Arif.

Baca Juga: Dendam Usai Diusir dari Rumah karena Tak Punya Duit, Pria Ini Cekik Istrinya Sampai Tewas dan Kubur Mayatnya di Bawah Ranjang, Pelaku Selama 40 Hari Tidur di Atas Kuburan Korban

Tersangka pertama bernama Edi Siswanto.

Edi adalah yang memberi perintah kepada tersangka Handi untuk melakukan penagihan utang.

Saat itu, Handi, sebagai penerima order terlibat dari mulai perencanaan, penganiayaan, pembuangan jenazah, hingga tahap konsolidasi.

Adapun pelaku lainnya yakni, Muhammad Dandi Syahputra, lalu Selamet Nurdin alias Tutak, Aryanto, ikut berperan dalam menculik korban.

"Sementara peran Arif sendiri yakni dalam proses meninggalnya korban di tempat kejadian perkara (TKP) II di Marelan. Selain penculikan, korban dibawa ke gubuk di Marelan. Lalu dianiaya, belum sampai meninggal. Dari titik ini korban dipindahkan ke TKP kedua yang letaknya sekitar 2-3 km di Marelan,” ujarnya.

Baca Juga: Dendam Usai Diusir dari Rumah karena Tak Punya Duit, Pria Ini Cekik Istrinya Sampai Tewas dan Kubur Mayatnya di Bawah Ranjang, Pelaku Selama 40 Hari Tidur di Atas Kuburan Korban

Lanjut Kasubdit Jatanras ini, kasus ini berawal adanya permasalahan utang seseorang bernama Dani kepada Edi.

Korban Asiong menjadi penjamin atas utang tersebut.

Setelah ditunggu-tunggu, ternyata tidak ada pembayatan utang dari Asiong.

Baca Juga: Ditemukan Tertutup Pelepah Sawit oleh Pekerja Perkebunan, Bocah 8 Tahun Ini Tewas di Tangan Pacar Ibunya, Pelaku Akui Sakit Hati

Tersangka Edi ini lantas memerintahkan Handi untuk mencari Asiong.

Handi bersama rekan-rekannya pun mengatur strategi untuk menculik korban.

"Dari situ kemudian Handi dengan beberapa tersangka mencari cara untuk membuat keluar Jefri. Karena tidak tahu bagaimana membuat keluar Jefri, sehingga dipancing dengan transaksi penjualan mobil. Kebetulan Jefri pernah atau ada memposting tentang penjualan mobil,” ungkapnya.

Trik Handi, yang dilakukan melalui tersangka lain, berhasil sehingga Jefri keluar membawa mobil untuk melakukan transaksi.

"Transaksi pertama gagal karena lokasi ramai dan tidak memungkinkan. Pada hari berikutnya mereka melakukan perencanaan, pada Senin (14/9/2020).

Baca Juga: Bongkar Lubang Buaya untuk Evakuasi 7 Jenazah Perwira Tinggi TNI AD, Personel KKO AL Ungkap Pengalaman Mengerikannya, Bau Busuk Tembus Masker Anti Huru-hara, Jasad Ahmad Yani Jadi yang Paling Mengenaskan

Di mana Jefri menghubungi salah satu tersangka untuk lokasi penjualan mobil dan disepakati di tempat yang ditentukan untuk transaksi,” bebernya.

Dalam pertemuan kedua yang bermotif penjualan mobil tersebut, sambung Taryono, korban pun diculik.

Namun, tidak dijelaskan lokasi para pelaku ini menculik korban.

Sebelum dieksekusi, Asiong dikabarkan sempat dibawa keliling oleh para tersangka.

Baca Juga: Tercium Bau Busuk Saat Pintu Indekos Dibuka, Warga Temukan Bocah 1 Tahun Menangis Sendirian di Samping Jasad Ibunya, Begini Keterangan Polisi

"Para pelaku ini sempat berganti mobil dan lokasi eksekusi. Itu tanggal 17 September, hari Kamis. Di salah satu tempat di wilayah Marelan. Ada 2 TKP di Marelan. Kemudian dinyatakan oleh salah satu dari mereka korban meninggal dunia,” ucapnya.

Setelah korban meninggal dunia, para pelaku mulai panik.

Masih dikatakan Taryono, para pelaku ini kemudian melaporkan ke Edi.

"Dari situ, disepakati bahwa ada tiga lokasi pembuangan hingga akhirnya diambil alternatif terdekat di Kabupaten Karo. Selesai eksekusi, mereka kembali konsolidasi untuk menghancurkan alat komunikasi supaya tak terdeteksi. Ada delapan HP yang dibuang ke sungai,” jelasnya.

Baca Juga: 7 Tahun Dicari Jenazahnya Tak Kunjung Ditemukan, Penemuan Jasad Bos Meubel Ini Diiringi dengan Angin Kencang dan Hujan, Anak Sempat Tanya Ke Orang Pintar

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar, turut menjelaskan bahwa eksekusi dilakukan pada Kamis sore hingga malam.

"Jadi prosesnya itu hari Kamis (17/9/2020) sore hari, korban diculik lalu dibawa ke TKP pertama di Marelan lanjut dibawa ke TKP kedua dan disiksa. Sekitar pukul 23.45 WIB, korban meninggal dunia," bebernya.

"Korban meninggal pada Jumat (18/9/2020) pukul 00.15 WIB di TKP kedua. Korban sempat dibawa ke Kafe Nusantara di Amplas, namun tetap di dalam mobil. Di tempat tersebut para tersangka bertemu dengan Edi. Sementara jasad korban dibuang di Karo sekitar pukul 04.00 WIB," ujarnya.

Baca Juga: Geger! Polisi Temukan Mayat Wanita dalam Tandon, Suami Dibantu Anak Taruh Jasad Istri di Penampung Air, Alasannya Bikin Geram

Jasad Asiong kemudian ditemukan oleh warga. Melihat mayat dalam kondisi mengenaskan, warga tersebut lalu melaporkan ke pihak kepolisian setempat, dalam hal ini Polsekta Brastagi.

"Dan hari Minggu subuh, sebagian para pelaku berhasil ditangkap penyidik Direskrimum Polda Sumut,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan polisi berpangkat melati tiga di pundaknya ini, dalam pengungkapan kasus pembunuhan petugas menghadirkan enam tersangka yang semuanya merupakan warga sipil.

"Seharusnya ada tujuh orang tersangka. Satu masih pengembangan. Pelakunya lebih dari 10 orang. Sekitar 13-14 orang. Namun kasus ini masih pengembangan. Apakah ada oknum? Saya katakan ada, namun sudah ditangani oleh instansi berwenang. Perannya apa, silakan ke instansi. Saya hanya berwenang menjelaskan yang warga sipil,” bebernya.

Dalam menjalankan eksekusi tersebut, Edi menjanjikan uang Rp 15 juta per orang.

Baca Juga: Terasa Melindas Tapi Tak Sadar, Serka BP Baru Tahu Menabrak Lari Briptu Andry Saat Dijemput Polisi, Danpom Jaya: Dia Mabuk dan Meninggalkan Pos Saat Piket

Namun, uang yang dijanjikan oleh Edi belum ada diterima para pelaku.

Lanjut Kombes Irwan, dalam kasus ini ada beberapa kendaraan yang digunakan sebagai sarana untuk mengintai korban, dan membawa korban saat masih hidup hingga untuk membuangnya ke Kabupaten Karo.

“Satu kendaraan sudah disita milik korban. Jadi korban ini diculik, dilakban lalu dibawa ke TKP I dan TKP II. Di TKP II, korban ini diisi (dipaksa minum) dengan air menggunakan ini,” katanya sambil menunjukkan barang bukti gayung berwarna merah kehitaman.

Pada kesempatan itu, Kombes Irwan juga sempat menginterogasi pelaku Edi terkait utang piutang.

Tersangka Edi menuturkan bahwa utang yang dimaksud sebesar Rp 766 juta.

Baca Juga: Terlanjur Diumumkan di Masjid dan Jenazahnya Digalikan Liang Kubur, Harnanik yang Dikabarkan Meninggal Dunia Ternyata Masih Hidup, Pihak Rumah Sakit Minta Maaf

"Utang tersebut adalah dari perjudian game online. Utangnya sebesar Rp 766 juta. Namun judi game online. Sudah ada 4 tersangka yang terlibat dalam kasus perjudiannya, di mana dua sedang diperiksa dan tidak terlibat kasus pembunuhan,” pungkasnya.

(Tribun-medan.com/ Muhammad Fadli Taradifa)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Asiong, Korban Pembunuhan Keji Kasus Judi Online, Ternyata Pernah Berfoto dengan Jokowi, Kok Bisa? (*)