Jadikan Senjata Api untuk Mas Kawin, Modus Penyelundupan Senpi Ilegal dari Jaringan Filipina ke Papua Terungkap, Polisi Buru Pemasoknya

Jumat, 20 November 2020 | 15:42
Facebook TPNPB

KKB Papua

Gridhot.ID -Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tak henti menebar teror di Papua.

Untuk mengusut teror KKB Papua, TNI dan Polri tak hanya mengerahkan pasukan untuk memburu pelaku.

Berbagai upaya lain juga dilakukan, salah satunya menyelidiki pemasok senjata api untuk KKB Papua.

Baca Juga: Oknum PNS Hingga Mantan Parajurit TNI Jadi Perantara, Bripka MJH Sudah 7 Kali Pasok Senjata ke KKB Papua, Sekali Transaksi Bisa Kantongi Rp 30 Juta

Polisi mengungkap adanya modus baru KKB Papua membeli senjata api ilegal dari jaringan Filipina melalui kaki tangan pemasok.

Karena itu polisi terus melakukan penelusuran dan menangkap para penjual senjata api ilegal demi mencegah pasokan ke kelompok KKB.

Tim Khusus Polda Papua Barat dalam beberapa pekan terakhir menangkap3 tersangka pelaku perdagangan senjata api ilegal yang dikirim dari Filipina.

Baca Juga: Markas Persembunyiannya Digerebek, 1 Anggota KKB Papua Tewas di Tangan Tim Gabungan TNI-Polri, 2 Orang Berhasil Diamankan

Kapolda Papua Barat Irjen Polisi Tornagogo Sihombing mengutarakan, satu dari3 tersangka memiliki peran besar dalam kegiatan penyelundupan senjata api ke Papua Barat, yakni RB.

"Jadi Jaringan RB ini punya hubungan khusus dengan pelaku tindak kejahatan yang ada di Filipina."

"Dari Filipina senjata masuk Indonesia melalui Manado, Sulawesi Utara," kata Tornagogo, Rabu (19/11/2020).

Selanjutnya, imbuh Tornagogo, dari Manado penyelundupan senjata api ke Papua Barat dilakukan melalui Sorong lalu ke Manokwari.

Baca Juga: Bawa 2 Pucuk Senapan Serbu Ilegal dari Jakarta, Oknum Brimob Ini Ditangkap di Papua, Sudah 6 Kali Terlibat Jual Beli Senjata dengan KKB

Diduga jaringan RB juga sudah masuk ke wilayah Papua melalui Kabupaten Nabire.

Kapolda menyebutkan 3 tersangka yang ditangkap secara bertahap sejak 3 November 2020 itu saat ini masih diamankan di Mapolda Papua Barat.

Mereka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

"Kami masih menggali informasi dari para tersangka, untuk memastikan apakah transaksi jual beli senjata api juga pernah dilakukan dengan KKB Papua atau belum. Kami masih dalami itu," katanya lagi.

Ia pun mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan bisnis atau perdagangan senjata api, meski keuntungannya sangat menggiurkan.

Karena hal itu dapat dimanfaatkan oleh para pelaku tindak kejahatan termasuk KKB Papua.

"Ada juga di sini, katanya senjata api untuk mas kawin atau mahar pernikahan."

Baca Juga: 'Yang Berani Jadi Mata-mata TNI/Polri Bakal Ditembak Mati', Lekagak Telenggen Beri Peringatan pada Orang Asli Papua Usai KKB Habisi Nyawa Warga Sipil di Intan Jaya

"Untuk hal ini tolong masyarakat mempertimbangkan lagi karena ini sangat berbahaya dan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku tindak kejahatan," kata Kapolda.

Ia menambahkan bahwa Polri sudah memiliki Satuan Tugas Nemangkawi.

Selain itu Polda Papua Barat pun sudah membentuk tim khusus untuk penanganan masalah separatis.

Keduanya terus berkolaborasi untuk mengungkap distribusi ilegal senjata api di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul:"Terungap Modus Baru KKB Papua Beli Senjata Api Ilegal Jaringan Filipina, Polisi Telusuri Pemasok."

(*)

Tag

Editor : Candra Mega Sari

Sumber Wartakotalive