Gridhot.ID -Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua masih menebar ancaman di wilayah Intan Jaya.
Situasi keamanan di Intan Jaya tidak kondusif setelah KKB berulang kali melakukan aksi penembakan.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan KKB pimpinan Sebinus Waker berada di sekitar Sugapa.
Hal ini membuat Polri mengalami kesulitan melakukan olah TKP di tempat tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani.
Selain dikuasai KKB, jalan menuju wilayah itu hanya satu jalan yang ditempuh sekitar delapan jam dari Sugapa.
Paulus meminta bantuan satuan tugas (satgas) yang bertugas di Intan Jaya untuk mengamankan perjalanan dan proses olah TKP.
Diakui, tanpa melakukan olah TKP, polisi tidak bisa menyelidiki kasus tersebutmeski sudah ada keterangan dari para saksi.
Olah TKP harus dilakukan untuk mengetahui posisi sebetulnya saat korban pertama kali ditemukan serta investigasi lain guna mengungkap kasus.
Dari laporan yang diterima, beberapa kelompok KKB menuju Intan Jaya dan berencana melakukan perang terbuka dengan TNI-Polri.
Kekuatan KKB Papua Sebinus Waker berjumlah sekitar 50 orang dengan jumlah senjata sebanyak 17 pucuk yang merupakan hasil rampasan dari TNI-Polri.
Sebinus Waker, menurut Kapolda Papua merupakan wakil dari Ayub Waker yang tewas ditembak di Kali Kopi.
KKB Papua Bersatu dan Jadikan Intan Jaya Lahan Perang
Sementara itu, sejumlah kubu KKB Papua tampaknya sedang berkumpul dan menyatukan kekuatan.
Menurut Paulus, ada lima kubu KKB yang sebelumnya di Tembagapura kini berkumpul di Distrik Hitadipa, Intan Jaya.
Paulus menduga kelima kubu KKB itu sedang bersatu dan akan menjadikan Intan Jaya sebagai lahan perang.
Paulus juga membeberkan strategi licik para KKB agar TNI-Polri kesulitan menindak mereka.
Berikut rangkuman faktanya seperti dilansir dari Kompas.com.
1. KKB Papua bersatu lagi
Paulus mengatakan ada lima KKB Papua yang telah bersatu dan berkumpul di Intan Jaya.
Ia menyebut KKB selalu menggunakan strategi licik yakni menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup.
Hal ini tentu saja membuat TNI-Polri kesulitan melakukan penindakan.
"Ada lima kelompok KKB Papua di situ. Dan mereka (KKB Papua) selalu menggunakan tameng hidup (masyarakat).
Sehingga kami agak kesulitan melakukan penegakan hukum," ujar Paulus di Jayapura, Selasa (22/9/2020).
2. Menjadikan Intan Jaya lahan perang
Menurutnya, KKB tak cuma menjadikan Intan Jaya sebagai tempat persinggahan seperti Tembagapura.
Paulus mengatakan, KKB berniat menjadikan Distrik Hitadipa, Intan Jaya sebagai lahan perang.
"Bahkan, daerah tersebut sudah dikuasai oleh KKB Papua yang datang dari berbagai daerah, dan mereka berencana menjadikan daerah tersebut sebagai lahan perang terbuka dengan TNI dan Polri," kata Paulus.
3. Akan tambah pasukan
Saat ini, Polri dan TNI berusaha menambah pasukan di Intan Jaya.
Distrik Sugapa, yang merupakan ibu kota Intan Jaya akan jadi titik penumpukan pasukan sebelum digeser ke Hitadipa.
"Kekuatan kami sedang kami tebalkan di Sugapa, karena satu jalur poros yang harus di back-up berlapis baru bisa memasuki daerah Kampung Hipadipa."
"Itu yang sedang kami upayakan dan bersinergi dengan teman-teman," kata dia.
4. Kendala pengiriman pasukan
Namun, Polri dan TNI mendapatkan kendala untuk mengirim pasukan ke Sugapa, Intan Jaya.
Sebab, akses menuju wilayah itu hanya bisa ditempuh lewat jalur udara.
Saat ini, kata dia, enggan mengangkut aparat keamanan karena diancam pihak KKB yang bakal menembaki pesawat pengangkut pasukan.
"Beberapa awak penerbangan, mereka agak sedikit enggan mengangkut kami karena keselamatan mereka, dan itu wajar."
"Sementara kami masih mencoba menggunakan sarana dan fasilitas yang kami punya," kata dia.
Sejak 14 September, situasi keamanan di Intan Jaya memang kurang kondusif akibat ulah KKB Papua.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul: "Kekuatan Tempur KKB Papua Sebinus Waker yang Kuasai Intan Jaya Tak Main-main, Polri Kesulitan."
(*)