"Tim kami sudah berusaha jelaskan dengan sebaik baiknya kepada pelanggan. Dan malah coba memberikan alternatif follow up ke call center Unipin," kata Wiwiek saat dihubungi, Rabu sore.
Menurut Wiwiek, saat itu orangtua si anak diduga dalam kondisi bingung karena anaknya telah melakukan transaksi pembelian voucher game online seharga Rp. 800.000 dan melakukan pembayaran melalui Indomaret.
Kedua orangtua si anak kemudian mendatangi kasir agar meminta uang kembali, hingga merekam video saat kasir memberikan penjelasan.
Terkait pengembalian uang, Wiwiek mengatakan saat ini pihaknya akan mencari jalan keluar dengan menemui orang tua si Anak.
"Tim kami juga mencoba menghubungi yang bersangkutan dalam kondisi yang lebih tenang untuk menjelaskan duduk permasalahannya dan solusi terbaiknya seperti apa," katanya.
Ia menjelaskan, selama ini Indomaret memang melayani transaksi pembelian voucher game online. Namun, dirinya belum memastikan apakah transaksi pembelian voucher game online dapat dilakukan oleh anak di bawah umur.
Meski begitu, Wiwiek mengatakan kasir Indomaret saat itu telah menanyakan tujuan pembayaran dari transaksi yang dilakukan si Anak tersebut.
"Melakukan transaksi secara online dan bayarnya di Indomaret. Sama seperti belanja online. Kita hanya sarana pembayaran saja. Pengakuan si anak kepada kasir itu (pembelian voucher game) untuk abangnya. Katanya seperti itu informasi sementara yang kita terima," kata Wiwiek.