Ini bertentangan dengan tujuan luas yang digariskan dalam MOU yakni "Kepulauan Solomon ingin menjadi bagian dari konsep maskapai regional di mana Honiara akan menerima penerbangan langsung dari China dan menjadi hub regional."
"Untuk visi ini, Solomon [Kepulauan] perlu memperoleh pesawat baru, seperti pesawat MA600/MA700 dan Y-12, dan memperbarui lapangan terbang," sebut MOU.
MA600 adalah pesawat turboprop modern yang telah dipasok oleh AVIC Commercial Aircraft ke negara-negara seperti Laos dan Benin.
Pada tahun 2018, media China mengklaim bahwa lebih dari 100 pesawat turboprop MA60 dan MA600 produksi dalam negeri telah dikirim, termasuk 57 ke pembeli asing.
Menurut MoU, penjualan akan tergantung pada harga lebih lanjut dan negosiasi persyaratan konsesi, serta persetujuan akhir dari dewan direksi Kepulauan Solomon dan pemerintah Kepulauan Solomon.
MoU lebih lanjut menyatakan bahwa akuisisi pesawat akan "dalam kombinasi dan terkait dengan memfasilitasi peningkatan lapangan udara domestik Kepulauan Solomon dalam dua fase."
"Untuk Fase Satu, hingga 15 lapangan terbang; untuk Fase Dua, 20 lapangan terbang yang tersisa". (*)