Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

'Antara Pelecehan Ataupun Perselingkuhan', Kapolri Beri Bocoran Sendiri, Motif Pembunuhan Brigadir J Dipastikan Tak Ada Isu di Luar Itu: Kami Dalami

Akhsan Erido Elezhar - Jumat, 26 Agustus 2022 | 07:25
Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/8/2022). Irjen Pol Ferdy Sambo akan diminta keterangan oleh tim khusus bentukan Kapolri terkait kasus kematian ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang tewa
Tribunnews

Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/8/2022). Irjen Pol Ferdy Sambo akan diminta keterangan oleh tim khusus bentukan Kapolri terkait kasus kematian ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang tewa

Nantinya, hal itu akan terbuka di persidangan.

"(Ferdy Sambo marah) dengan peristiwa terjadi di Magelang yang dianggap mencederai harkat martabat keluarga.

Untuk lebih jelasnya akan diungkap di persidangan," kata Kapolri.

Menyusul peristiwa yang terjadi di Magelang, kemudian Ferdy Sambo merancang pembunuhan Brigadir J di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Jakarta Selatan.

"Peristiwa penembakan yang terjadi di Duren Tiga diduga dilakukan dengan perencanaan terlebih dulu oleh saudara FS di rumah Saguling," jelas Sigit.

Kapolri menjelaskan, istri Sambo, Putri Chandrawati, beserta Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E mengetahui rencana Sambo itu.

Selain itu, kata Sigit, Putri juga memberi kesempatan sehingga peristiwa penembakan oleh Bharada E ke Brigadir J terjadi.

Baca Juga: Batang Hidungnya Tak Muncul saat Rumahnya Kembali Digeruduk Jamaah, Yusuf Mansur Ada di Tempat Ini, Marbot Masjid Hingga Konglomerat Ikut Jadi Korban Investasi

"Saudara Richard melajukan penembakan terhadap almarhum Yosua atas perintah saudara FS, di mana disaksikan oleh Ricky, Kuat Ma'ruf, dengan juga perannya untuk ikut membantu," tuturnya.

Kapolri Sigit juga membeberkan sejumlah kejanggalan dalam kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.

Jenderal Sigit juga mengungkap soal adanya intervensi penyidikan yang dilakukan oleh Div Propam Polri yang saat itu dipimpin oleh Irjen Ferdy Sambo.

Tak hanya intervensi kasus, Kapolri mengatakan Divisi Propam Polri sempat meenolak permintaan keluarga korban di Jambi agar Brigadir Yoshua dimakamkan secara kedinasan.

Source : Tribunnewsmaker.com serambinews.com

Editor : Grid Hot

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

Latest

Popular

Tag Popular

x