Sementara itu, Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, menyatakan masalah bukan hanya ada di Provinsi Papua Barat, melainkan juga di Provinsi Papua.
Mantan Kapolda Papua itu mengatakan, KKB meminta uang kepada aparatur kampung disertai ancaman bahkan tindakan-tindakan kekerasan.
Kelompok bersenjata itu, ucapnya, menunggu waktu pencairan dana desa kemudian mengadang kepala desa untuk meminta dana desa.
Paulus menegaskan, tidak ada toleransi bagi siapapun yang melakukan tindakan kekerasan apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.
"Kita upayakan terus menindak tegas kelompok ini. Aparat terus melakukan tindakan kepada mereka ini," kata Paulus Waterpauw.
Diberitakan sebelumnya, sementara itu disisi lain, lagi-lagi penyuplai senjata KKB Papua diditangkap polisi di Mimika Papua pada Kamis (22/9/2022) lalu.
Berhasil diamankan sejumlah amunisi dan amunisi karet dalam tas.
Aparat Kepolisian yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2022 mengungkap jaringan Senmu KKB Intan Jaya di Mimika.
Dikutip Gridhot.ID dari artikel terbitan TribunJateng, 23 Oktober 2022, dalam pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian mengamankan ketua KNPB Mimika yang diduga sebagai pelaku utama dalam kasus ini.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Adapun pelaku yang ditangkap berinisial MN pada Kamis (22/9/2022) lalu.
"Setelah mendapatkan informasi terkait adanya rencana Transaksi Senmu oleh Jaringan Senmu KKB Intan Jaya di Kab. Mimika, tim langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku.