"Sebenarnya sudah merencanakan perbuatannya, sudah mempersiapkan pisau di jok motor," katanya.
Detik-detik penusukan mahasiswa UI ini pun diungkap Nirwan.
Pada Rabu, pelaku menjemput korban di kampus Universitas Indonesia.
Keduanya memang akrab, bahkan pelaku juga sering bermain di kamar korban.
Setelah bertamu, pelaku berpura-pura pamit pulang ke kamarnya.
Saat dibukakan pintu oleh korban, pelaku langsung menendang.
"Korban melawan, menggigit tangan pelaku," katanya.
Kata AKP Nirwan Pohan, pelaku justru mendorong tangannya masuk ke dalam mulut korban.
"Sehingga cincin pelaku tertinggal di tenggorokan korban," katanya.
Setelah itu barulah pelaku menusuk tubuh mahasiswa UI ini berulangkali.
"Lalu dilakukan penusukan," katanya.