Find Us On Social Media :

Tak Gentar Perjuangkan Tanah Kelompok Taninya, Hemsi Petani Sawit Asal Donggala Nekat Terbang ke Belanda Usut Perusahaan Sawit yang Mengkriminalisasinya : Demi Anak Cucu Saya!

Hemsi (kiri) didampingi kuasa hukumnya Adi Prianto sebelum di jemput oleh aparat kepolisian di di Rumah Sakit, Woodward Bala Keselamatan (BK), Jl Woodward, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sabtu (15/12/2018).

Laporan reporter Gridhot.ID, Nicolaus Ade

Gridhot - Tanah merupakan salah satu harta bagi seseorang yang berharga.

Maka dari itu, jika tanah seseorang terusik, mereka pasti tak segan untuk mengadukan hak mereka.

Seperti yang dilakukan oleh petani kelapa sawit di Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Niatnya Pamer Make Up Ala Joker Biar Viral, Wanita Ini Justru Berakhir dengan Kondisi Wajah yang Memprihatinkan

Merasa tanahnya terusik, seorang petani kelapa sawit dari Desa Panca Mukti, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengadu hingga ke Belanda.

Hemsi (38) mengambil kesempatan yang diberikan oleh organisasi lingkungan Belanda, Milieudefensie, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) untuk mencari solusi persoalan tanah keluarganya.

Melansir dari Antaranews.com, ia terbang ke Belanda pada Jumat (4/10), menempuh perjalanan jauh dan menembus dingin udara Negeri Kincir Angin pada bulan Oktober untuk mengadukan persoalan keluarganya ke bank, pengelola dana pensiun, hingga Kementerian Luar Negeri Belanda.

Baca Juga: Tangis Terakhir Ibu Dandim Kendari, Istri Kolonel Hendi Tak Bisa Sembunyikan Penyesalannya, Dihadapan Banyak Orang Berurai Air Mata

"Dingin, ya dingin, tapi tidak apa-apa. Demi mempertahankan hak saya, dan menghentikan kriminalisasi. Saya ke sini bukan cuma buat saya sendiri, ini buat keluarga, ini juga buat anggota kelompok saya," kata Hemsi, merujuk pada kelompok tani yang dia bentuk saat hendak menyerahkan aduannya ke markas ABN-AMRO di Amsterdam, Senin (7/10).