Laporan Wartawan Gridhot.ID, Angriawan Cahyo Pawenang
Gridhot.ID - Nama dan karya-karya Didi Kempot kini kembali viral di Tanah Air.
Didi Kempot memang sudah berkarya dan terkenal dengan tembang campursarinya.
Ditambah lagi alunan asik untuk digoyang dan lirik penuh kesedihan membuat karya Didi Kempot sulit termakan zaman.
Kini banyak sekali penggemar Didi Kempot yang datang dari kaum milenial.
Meski masih muda, namun para fans milenial ini tetap mampu menghayati segala tembang dari Didi Kempot.
Salah satunya wanita yang satu ini.
Sedang viral sebuah video di sosial media yang memperlihatkan seorang wanita menangis saat menikmati konser Didi Kempot di Semarang.
Dikutip Gridhot dari Tribun Jateng, Didi Kempot memang baru saja menggelar konser di Sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang pada Rabu (21/8/2019).
Namun ada salah satu penonton yang menarik perhatian netizen.
Wanita ini nampak menghayati lagu Cidro hingga menangis tersedu-sedu sambil tetap bernyanyi bersama di konser tersebut.
Dikutip Gridhot dari unggahan Twitter akun Didi Kempot, aksi sang wanita tertangkap kamera.
Nampak wanita dengan kerudung berwarna coklat krem dan baju garis-garis menangis hingga tertunduk.
Video berdurasi 24 detik tersebut sudah ditonton lebih dari 340 ribu kali semenjak berita ini dibuat.
Lagu Cidro sendiri memang menceritakan tentang cinta yang tak direstui orang tua karena perbedaan status.
Dikutip Gridhot dari Kompas.com, lagu Cidro ditulis berdasarkan pengalaman Didi Kempot sendiri saat dirinya masih mengamen.
Lagu Cidro sendiri juga memiliki fakta unik.
Pasalnya, lagu yang paling kerap ditangisi para penggemar Didi Kempot atau Sobat Ambyar itu justru yang paling cepat dibuat.
"Satu jam, enam puluh menit saya bikin lagu Cidro berikut nada dan liriknya," ujar Didi di Menara Kompas, Jakarta Pusat.
Melihat fenomena Didi Kempot dan para sobat ambyarnya, seorang psikolog kemudian memberikan komentar.
Laelatus Syifa, seorang psikolog dari Universitas Sebelas Maret Solo menuturkan, fenomena kembalinya Lord Didi tak lepas dari peran sosial media.
"Menurut saya, ini efek dari media sosial yang bisa memviralkan keasikan lagu Didi Kempot yang berbeda dengan lagu-lagu sekarang. Lagu Didi Kempot punya ciri khas tersendiri daripada musik saat ini," ungkap Syifa.
Lagu yang sarat patah hati dan kesendirian membuat Syifa menduga hal tersebut menjadi perwakilan perasaan insan muda.
Syifa juga menilai kalau para Sobat Ambyar ini bukan sekedar penggemar musiman biasa.
"Bisa jadi memang karena viral, kemudian anak-anak muda menemukan sensasi unik dari karya-karya Didi Kempot. Bisa dikatakan, ini rasa lama yang fresh kembali di antara lagu-lagu patah hati yang itu-itu saja," ujar Syifa.
Lagu sedih memang akan selalu terhubung dengan siapapun karena biasanya penuh dengan emosi.
(*)