Follow Us

facebookinstagramyoutube_channeltwitter

Secuil Kisah Hidup Ratna Sarumpaet, Dari Arsitek yang Jadi Aktivis Hingga Kebohongan Berbuntut 6 Tahun Bui

Candra Mega Sari - Rabu, 29 Mei 2019 | 03:10
Ratna Sarumpaet
Rangga Gani/Grid.ID

Ratna Sarumpaet

Kecewa dengan tindakan otokratik Orde Baru Pemerintahan Presiden Soeharto, selama Pemilu 1997, Ratna Sarumpaet bersama grupnya memimpin protes pro-demokrasi.

Ia melahirkan naskah pementasan orisinial pertamanya dengan judul "Marsinah: Nyanyian dari Bawah Tanah" tahun 1994.

Tidak spesifik menyoroti Marsinah, tetapi mengenai nasib orang-orang yang diberlalukan tidak adil yang menuntut hak pada pihak berkuasa.

Baca Juga: Puluhan Tahun Berlalu, Terungkap Misteri Penyebab Kematian Mantan Ibu Negara, Tien Soeharto

Pertunjukan teater Marsinah dipentaskan di Teater Arena, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 16-19 September 1994.

Roh Tokoh yang diperankan Ratna Sarumpaet, prihatin pada ketidakadilan di muka bumi. sumber Tabloid
Bangkapos via Grid.ID

Roh Tokoh yang diperankan Ratna Sarumpaet, prihatin pada ketidakadilan di muka bumi. sumber Tabloid

Setelah berlarut-larut, Kepala Kepolisian RI menutup kasus itu dengan alasan DNA Marsinah dalam penyelidikan telah terkontaminasi.

Tak lamasetelah penutupan kasus, ia menulis monolog "Marsinah Menggugat" (1997) untuk dipentaskan ke sebelas kota di Jawa dan Sumatera.

Baca Juga: Dari Orang Nomer 1 di Jambi, Hingga Jadi Pedagang Kue Kering, Kehidupan Istri Zumi Zola Kini Berubah Drastis

Monolog ini kemudian dianggap sebagai karya provokatif dan tak jarang dibubarkan oleh pasukan anti huru-hara di beberapa kota saat dipentaskan.

Pada Maret 1998, Ratna Sarumpaet ditangkap kemudian dijebloskan ke penjara lantaran menyebarkan kebencian.

Setelah 70 hari dalam kurungan penjara, barulah Ratna Sarumpaet dibebaskan.

Source :Kompas.comGrid.ID

Editor : Grid Hot

Baca Lainnya





PROMOTED CONTENT

slide 4 to 6 of 15

Latest

Popular

Tag Popular

x